Gara-Gara Pamer Saham, Bursa Siap Panggil Raffi Ahmad dan Ari Lasso

Gara-Gara Pamer Saham, Bursa Siap Panggil Raffi Ahmad dan Ari Lasso

Jakarta – Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa BEI, Laksono Widodo berniat memanggil Raffi Ahmad dan musisi Ari Lasso untuk mengajak diskusi terkait unggahan portofolio investasi saham yang dilakukan kedua artis tersebut.

Unggahan tersebut dinilai bisa mempengaruhi keputusan investasi investor dan calon investor pasar modal. Selain itu, keduanya juga memiliki banyak follower.

“Kita akan ajak diskusi para influencer ini untuk diskusi, di satu pihak kami menyambut positif influencer seperti mereka, namun juga perlu mengingatkan mereka akan tanggung jawab moral mereka untuk para follower nya dan kemungkinan potensi tuntutan hukum dari para pengikutnya apabila ada yang bisa dikecewakan. Kita juga mengajak mereka ikut Sekolah Pasar Modal bagi yang belum pernah mengikuti,” jelas Laksono kepada media, Selasa, 5 Januari 2020.

Seperti diketahui, baru-baru artis Raffi Ahmad dan musisi Ari Lasso, mengunggah di akun Instagramnya promosi salah satu saham milik Grup Kresna, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS).

Berdasarkan pantauan pasar, saham MCAS telah menguat beberapa hari ini. Secara year to date, saham MCAS telah menguat 51,16%. Terakhir, pada perdagangan hari ini saham MCAS berhasil ditutup menguat Rp350 atau 8,33% ke Rp4.550.

Pihak MCAS pun telah mengeluarkan klarifikasinya terkait hal ini kepada BEI. Perseroan ataupun grup mengaku tidak melakukan endorsement dengan kedua public figure tersebut untuk merekomendasikan saham Perseroan.

“Sehubungan dengan testimoni dari kedua public figure yang dimaksud, perlu kami sampaikan bahwa keputusan investasi dari Raffi Ahmad dan Ari Lasso merupakan keputusan personal dan Perseoan tidak memiliki hubungan bisnis dengan kedua public figure tersebut. Selain itu, kami tidak memiliki hubungan bisnis dengan kedua public figure tersebut,” kata Rachel Stephanie M. Siagian Direktur & Corporate Secretary MCAS. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.