Dana Haji Diinvestasikan Harus Sesuai Prinsip Syariah

Dana Haji Diinvestasikan Harus Sesuai Prinsip Syariah

Jakarta – Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 Tahun 2017 tentang Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan, bahwa Badan Pelaksana berwenang untuk menempatkan dan menginvestasikan dana Haji sesuai dengan prinsip syariah, dengan berlandaskan kehati-hatian, keamanan, dan nilai manfaat.

Selain itu, dalam Perpres Nomor 110 Tahun 2017 pasal 10 sampai dengan pasal 17 menyebutkan, Badan Pelaksana juga berwenang melakukan kerja sama dengan lembaga lain dalam rangka pengelolaan Keuangan Haji. Lalu, menetapkan struktur organisasi beserta tugas dan fungsi, tata kerja organisasi, dan sistem kepegawaian.

Kemudian, Badan Pelaksana berwenang untuk menyelenggarakan manajemen kepegawaian BPKH, termasuk mengangkat, memindahkan, dan memberhentikan Pegawai BPKH serta menetapkan penghasilan Pegawai BPKH. Selanjutnya, mengusulkan kepada Presiden melalui Menteri mengenai penghasilan bagi Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana.

“Juga menetapkan ketentuan dan tata cara pengadaan barang dan jasa dalam rangka penyelenggaraan tugas BPKH dengan memperhatikan prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas,” bunyi pasal 18 Poin d, dan e Perpres ini, seperti dikutip dari laman Setkab, di Jakarta, Rabu, 20 Desember 2017.

Mengenai usulan penghasilan bagi Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana, Perpres ini menjelaskan, disusun oleh Badan Pelaksana dengan memperhatikan tingkat kewajaran yang didasarkan pada kemampuan Keuangan Haji, tingkat inflasi, dan kinerja. Selanjutnya, usulan penghasilan bagi Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana sebagaimana dimaksud disampaikan kepada Menteri untuk disampaikan kepada Presiden guna memperoleh persetujuan.

Menurut Perpres ini, pegawai BPKH terdiri atas, pegawai tetap dan pegawai dengan perjanjian kerja, yang diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Badan Pelaksana. Pengangkatan pegawai tetap dilakukan melalui tahapan pembentukan Panitia Seleksi, pengumuman penerimaan pendaftaran, pendaftaran dan seleksi dan pengumuman hasil seleksi.

Khusus mengenai pegawai dengan perjanjian kerja, menurut Perpres ini, diangkat untuk masa kerja selama 2 (dua) tahun berdasarkan perjanjian kerja. “Dalam hal masa kerja pegawai dengan perjanjian kerja sebagaimana dimaksud berakhir, dapat diangkat kembali sesuai dengan kebutuhan,” bunyi Pasal 30 Ayat (2) Perpres ini.

Dalam Perpres ini juga disebutkan, dalam masa peralihan BPKH diberikan dana untuk belanja pegawai dan belanja operasional kantor paling lama 6 (enam) bulan sampai dengan dialihkannya semua aktiva dan pasiva serta hak dan kewajiban hukum atas keuangan haji, serta kekayaannya dari kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama kepada BPKH.

“Besarnya dana sebagaimana dimaksud diberikan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri, dan diperhitungkan sebagai bagian dari belanja pegawai dan belanja operasional kantor yang berasal dari nilai manfaat,” bunyi Pasal 34 Ayat (2,3) Perpres ini.

Selain itu, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, BPKH mendapatkan dukungan teknis dan administratif dari kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama paling lama 6 (enam) bulan. “Perpres ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal 37 Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2017, yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada 12 Desember 2017 lalu. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.