BI: Implementasi Vaksin Dorong Momentum Pemulihan Ekonomi

BI: Implementasi Vaksin Dorong Momentum Pemulihan Ekonomi

Jakarta – Bank Indonesia (BI) memandang implementasi vaksinasi dan sinergi kebijakan akan mendorong momentum pemulihan ekonomi nasional ke depan. Dimana dalam laporan kebijakan moneter BI Kuartal IV-2020 BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 4,3% hingga 5,3% di 2021 dengan inflasi yang diprakirakan tetap terkendali dalam sasaran 3,0%±1%.

“Pemulihan ekonomi global mulai terlihat dan diprakirakan berlanjut, sementara itu perekonomian domestik menujukkan perbaikan secara bertahap,” kata Kepala Departemen Komunikasi Direktur Eksekutif BI
Erwin Haryono melalui keterangan resminya di Jakarta, Jumat 26 Febuari 2021.

Sementara itu, defisit transaksi berjalan diprakirakan tetap rendah yaitu sekitar 1,0%-2,0% dari PDB, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal ekonomi Indonesia. Di sisi lain, pertumbuhan kredit/pembiayaan diprakirakan sebesar 5%-7%.

Menyikapi perkembangan tersebut dan hasil asesmen keseluruhan, BI dalam dalam Rapat Dewan Gubernur tanggal 17-18 Februari 2021 juga memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 3,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%.

“Konsisten dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah dan stabilitas nilai tukar Rupiah yang terjaga, serta sebagai langkah lanjutan untuk mendorong momentum pemulihan ekonomi nasional,” ujar Erwin.

Selain itu, BI juga menempuh langkah-langkah kebijakan sebagai tindak lanjut sinergi kebijakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam Paket Kebijakan Terpadu untuk Peningkatan Pembiayaan Dunia Usaha dalam rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi. Demikian intisari Laporan Kebijakan Moneter (LKM) Triwulan IV 2020 yang terbit Kamis, 25 Februari 2021. (*)

Editor: Rezkiana Np

Leave a Reply

Your email address will not be published.