News Update

Top! Laba Bank Kalbar Februari 2026 Tumbuh 14,81 Persen di Tengah Tekanan Ekonomi

Poin Penting

  • Hingga Februari 2026, Bank Kalbar mencetak laba Rp98,71 miliar, naik 14,81 persen (yoy), mencerminkan kinerja yang tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi
  • Penyaluran kredit mencapai Rp17,86 triliun (tumbuh 7,14 persen yoy) dan DPK Rp19,93 triliun (naik 5,51 persen yoy), menunjukkan peningkatan peran pembiayaan dan kepercayaan masyarakat
  • Total aset naik menjadi Rp26,23 triliun (tumbuh 2,46 persen yoy), didukung tata kelola dan layanan yang terus diperkuat, serta optimisme menjaga pertumbuhan berkelanjutan.

Jakarta – Di tengah dinamika dan ketidakpastian kondisi ekonomi yang masih berlangsung, Bank Kalbar berhasil menunjukkan resiliensi yang kuat dengan mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif. Hingga Februari 2026, bank kebanggaan masyarakat Kalbar ini mencetak laba sebesar Rp98,71 miliar per 28 Februari 2026, atau tumbuh 14,81 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi mengatakan bahwa di tengah tekanan ekonomi global dan domestik, Bank Kalbar masih mampu “bernafas lega” dengan posisi kinerja yang terus tumbuh secara baik.

“Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa Bank Kalbar tetap berada pada jalur yang sehat dan mampu memberikan rasa optimisme bagi para pemangku kepentingan,” jelasnya, 28 Maret 2026.

Baca juga: RUPS Bank Kalbar 2025: Kinerja Lampaui Target dan Siapkan Calon Dirut Baru

Capaian laba tersebut tak lepas dari kinerja mesin intermediasi Bank Kalbar yang semakin panas. Terbukti, penyaluran kredit juga menunjukkan performa yang impresif. Hingga akhir Februari 2026, kredit yang disalurkan mencapai Rp17,86 triliun, naik dari Rp16,67 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, atau tumbuh 7,14 persen (yoy).

“Pertumbuhan ini menegaskan peran aktif Bank Kalbar dalam mendukung pembiayaan sektor riil dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambah Rokidi.

Pertumbuhan yang lebih kuat terlihat pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), yang mencapai Rp19,93 triliun per 28 Februari 2026, meningkat dari Rp18,89 triliun pada tahun sebelumnya, atau tumbuh 5,51 persen (yoy).

Hal tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Bank Kalbar sebagai lembaga keuangan yang aman dan terpercaya.

Dari sisi aset, hingga 28 Februari 2026, Bank Kalbar mencatatkan nilai sebesar Rp26,23 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp25,60 triliun, atau tumbuh 2,46 persen (yoy).

Rokidi, menegaskan bahwa capaian kinerja ini merupakan hasil dari konsistensi dalam menjaga fundamental bisnis, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.

Baca juga: Bank Kalbar Catat Kinerja Positif di 2025: Laba dan Kredit Naik Didukung Dana Murah

“Pertumbuhan ini adalah hasil kerja keras seluruh insan Bank Kalbar dalam menjaga kinerja yang sehat di tengah tantangan. Kami akan terus berkomitmen untuk memperkuat intermediasi, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Kalimantan Barat,” ujarnya.

Ke depan, Bank Kalbar akan terus fokus pada penguatan bisnis inti, inovasi layanan berbasis kebutuhan nasabah, serta peningkatan peran sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Dengan fondasi yang solid, Bank Kalbar optimistis dapat menjaga tren pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus menghadirkan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Riset HID: 73 Persen Perusahaan Prioritaskan Manajemen Identitas di Tengah Ancaman Siber

Poin Penting Menurut riset HID 73 persen perusahaan global kini memprioritaskan manajemen identitas seiring meningkatnya… Read More

25 mins ago

Menguak Dugaan Kegagalan KAP dan Ketimpangan Penegakan Hukum dalam Skandal Kredit Sritex

Jakarta - Persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang terkait kasus kredit macet PT… Read More

2 hours ago

Analis Elev8 Ungkap Anak Muda Punya Pandangan Baru Soal Sukses Finansial

Poin Penting Milenial dan Gen Z tidak lagi terpaku pada indikator tradisional seperti kepemilikan rumah,… Read More

12 hours ago

OJK Hormati Putusan KPPU atas 97 Pindar, Fokus Jaga Stabilitas Industri

Poin Penting OJK menghormati putusan KPPU yang menjatuhkan sanksi kepada 97 pindar atas pelanggaran persaingan… Read More

18 hours ago

Kinerja Ciamik, Hartadinata Abadi (HRTA) Raih Pendapatan Rp44,55 T di 2025

Poin Penting Kinerja melonjak signifikan, pendapatan HRTA naik 144,39% menjadi Rp44,55 triliun dan laba bersih… Read More

19 hours ago

Celios Nilai Dana SAL Bisa Dialokasikan untuk Jaga Defisit APBN

Poin Penting SAL dinilai penting sebagai bantalan APBN untuk mengantisipasi pelebaran defisit akibat lonjakan subsidi… Read More

19 hours ago