News Update

Top! Ekosistem Fintech Syariah RI Masuk 3 Besar Terkuat di Dunia

Poin Penting

  • Indonesia menempati posisi ke-3 dunia dalam ekosistem fintech syariah menurut Global Islamic Fintech Report 2024/2025.
  • Indeks literasi keuangan syariah naik menjadi 43,4 persen, sementara inklusi syariah mencapai 13,4 persen pada 2025.
  • Total aset fintech syariah Indonesia per Juni 2025 mencapai Rp2.972,95 triliun, didominasi pasar modal dan perbankan syariah.

Jakarta – Kinerja industri financial technology (fintech) syariah Indonesia kembali mendapat pengakuan dunia. Berdasarkan Global Islamic Fintech Report 2024/2025, Indonesia berhasil menempati posisi ke-3 dari 82 negara dengan ekosistem fintench syariah terkuat, setelah Arab Saudi dan Malaysia.

“Berdasarkan Global Islamic Fintech Report 2024/2025, Indonesia berhasil mempertahankan posisi peringkat ke-3 dari 82 negara sebagai negara dengan ekosistem fintech syariah terkuat, setelah Arab Saudi dan Malaysia,” kata Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara, di Jakarta, Senin, 29 September 2025. 

Menurut Mirza, prestasi tersebut mencerminkan daya saing dan potensi besar pada industri fintech syariah serta terbentuknya ekosistem fintech syariah yang semakin matang.

“Hal ini juga mendukung perluasan layanan dan inovasi berbasis prinsip syariah,” jelasnya.

Ia melanjutkan, pertumbuhan industri jasa keuangan syariah tersebut, tak terlepas dari aspek literasi dan inklusi keuangan syariah kepada masyarakat.

Berdasarkan, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK 2025 menunjukkan indeks literasi syariah mencapai 43,4 persen.

Baca juga: OJK Beberkan Tantangan Industri Keuangan Syariah, Apa Saja?

Sementara itu, inklusi syariah berada di 13,4 persen. Angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang masing-masing sebesar 39 persen dan 12,8 persen.

“Peningkatan pemahaman dan akses keuangan syariah menjadi salah satu bekal bagi industri untuk tumbuh lebih berkelanjutan, memperluas jangkauan layana dan dan memperkuat eksistensi keuangan syariah di masyarakat,” bebernya.

Aset Fintech Syariah Capai Hampir Rp3.000 Triliun

Dari sisi kinerja, fintech syariah sendiri mencatkan hasil impresif. Di mana, total aset fintech syariah sebesar Rp2.972,95 triliun per Juni 2025. 

Rinciannya, total aset untuk sektor perbankan syariah sebesar Rp967,33 triliun, pasar modal syariah sebesar Rp1.828,25 triliun, dan industri keuangan non-bank sebesar Rp177,32 triliun.

Apabila dilihat kinerja per sektor, industri perbankan syariah menunjukkan kinerja yang resilien. Di mana, aset tumbuh 7,8 persen tahunan (year-on-year/yoy) dan Dana Pihak Ketiga berhasil dihimpun sebesar Rp738 triliun, tumbuh 6,98 persen yoy.

Baca juga: AFTECH Hadirkan IDBS 2025, Perkuat Kolaborasi Perbankan-Fintech untuk Ekonomi Inklusif

Sementara dari sisi permodalan, profitabilitas, likuiditas, dan kualitas pembiayaan industri keuangan syariah juga menunjukan tren kinerja positif. Kontribusi terbesar datang dari pasar modal syariah dengan total aset Rp1.828 triliun, naik 8,4 persen yoy, terdiri dari aset sukuk negara, sukuk korporasi, dan reksa dana syariah.

Selain itu, di sektor perasuransian penjaminan dan dana pensiun syariah, total aset industri tersebut mencapai Rp59 triliun, tumbuh 6,2 persen yoy.

Rinciannya, perasuransian syariah memiliki aset Rp47,5 triliun dengan pengelolaan 3,6 juta polis dan portfolio investasi menembus Rp37 triliun.

Adapun pada sektor dana pensiun syariah memiliki total aset Rp4,7 triliun dengan jumlah peserta sekitar lebih dari Rp143 triliun. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

2 hours ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

14 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

15 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

15 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

21 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

22 hours ago