Keuangan

Tokio Marine: Tidak Semua Polis Terpengaruh Putusan MK

Jakarta – PT Asuransi Tokio Marine Indonesia (TMI) menyatakan dukungannya terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait klaim asuransi yang tidak dapat serta-merta dibatalkan jika terdapat fakta yang tidak disampaikan dalam polis.

Saat ini, Asuransi Tokio Marine tengah mengidentifikasi produk-produk yang terdampak putusan tersebut guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Head of Product Development Asuransi Tokio Marine, Djoko Mulyono menegaskan bahwa perusahaan sedang melakukan kajian terhadap dampak putusan MK terhadap portofolio produk mereka.

“Kami mendukung putusan dari MK tersebut. Tokio Marine sedang mengidentifikasi produk-produk kami yang terkena impact-nya. Karena tidak semua polis terpengaruh putusan MK” ujarnya dalam acara Media Gathering di Jakarta, Rabu (19/2).

Baca juga: Kinerja Moncer, Premi Asuransi Tokio Marine Tembus Rp2,3 Triliun di 2024

Putusan MK menggarisbawahi bahwa ketidakterbukaan informasi, baik disengaja maupun tidak, tidak serta-merta menjadi alasan pembatalan polis secara sepihak. Sebaliknya, keputusan tersebut harus melalui kesepakatan kedua belah pihak atau putusan pengadilan.

Lebih lanjut, Asuransi Tokio Marine memastikan koordinasi dengan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendapatkan arahan lebih lanjut mengenai perbaikan yang perlu dilakukan.

“Di industri asuransi sendiri ada asosiasi yang menaungi, yang biasanya akan memberikan referensi terkait standar polis, seperti asuransi kendaraan atau kebakaran. Kami menunggu arahan bagaimana perubahan tersebut harus diterapkan,” jelas Djoko.

Baca juga: OJK Sebut Aset Industri Asuransi di 2024 Capai Rp1.133,87 Triliun

Adapun di tengah dinamika regulasi ini, Asuransi Tokio Marine tetap mencatatkan kinerja keuangan yang solid. Perusahaan berhasil membukukan Risk-Based Capital (RBC) sebesar 331,4 persen, jauh di atas batas minimum yang ditetapkan regulator.

Dari sisi bisnis, TMI mencatat pertumbuhan premi sebesar 3,1 persen year on year (yoy) menjadi Rp2,3 triliun pada Desember 2024.

Sementara itu, laba bersih setelah pajak melonjak 22,1 persen yoy menjadi Rp297 miliar, didorong oleh hasil underwriting yang mencapai Rp629 miliar atau meningkat 14,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. (*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

GoPay Kini Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BRI dan Bank BJB, Ini Caranya

Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More

6 hours ago

Animo Tinggi, BRI Kanwil Jakarta II Tambah Kuota Mudik Gratis jadi 2.750 Pemudik

Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More

6 hours ago

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

6 hours ago

Adira Finance Lepas 300 Pemudik ke Solo dan Yogyakarta, Dapat Cek Kesehatan dan Asuransi

Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More

7 hours ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

8 hours ago

BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya

Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More

8 hours ago