Jakarta – Tokio Marine Indonesia (TMI), perusahaan patungan antara Tokio Marine Asia Pte Ltd dan PT Asuransi Jasa Indonesia mencetak kinerja positif hingga Oktober 2023.
TMI mencatatkan pendapatan premi mencapai Rp1,77 triliun per 31 Oktober 2023. Perusahaan juga mencatatkan keuntungan bersih sebesar Rp272 miliar.
Presiden Direktur TMI, Sancoyo Setiabudi mengatakan pencapaian ini sebagai sebuah bukti akan kapitalisasi yang solid, kinerja operasional yang menguntungkan, dan posisi pasar yang mapan.
Dia pun mengungkapkan, sebagai bagian dari komitmen terhadap bisnis lokal dan Jepang, TMI mencapai pertumbuhan signifikan sebesar 17 persen di bisnis lokal, dan pertumbuhan sebesar 7 persen di bisnis Jepang selama lima tahun terakhir.
Baca juga: Naik 3,54 Persen, Pendapatan Premi Asuransi Hingga Oktober 2023 jadi Segini
“Bisnis lokal telah tumbuh signifikan sebesar 47 persen dari total pendapatan premi pada tahun 2017 menjadi 58 persen pada tahun 2022,” ujarnya dalam media gathering di Jakarta, Rabu (13/12).
Untuk mendukung tren pertumbuhan ini, Sancoyo mengatakan pihaknya telah mengimplementasikan berbagai inisiatif dalam pengembangan produk dan transformasi digital.
Di sektor korporat, Digital Strategy PT Asuransi Tokio Marine Indonesia, Foster Kurniawan menjelaskan, TMI menghadirkan Worksite Marketing 2.0.
“Ini sebuah platform digital yang revolusioner dan dirancang untuk memberikan manfaat perlindungan khusus bagi karyawan. Perusahaan juga mengintegrasikan sistem kemitraan digital melalui API untuk proses bisnis yang lebih efisien dan otomatis,” tuturnya.
Lebih lanjut, Foster mengatakan, untuk meningkatkan efisiensi operasional back-office, TMI menerapkan Robotic Process Automation (RPA). Selain itu, TMI memanfaatkan analisis data untuk wawasan mendalam dan rekomendasi strategis, meningkatkan strategi bisnis dan kolaborasi dengan klien.
Sementara itu, untuk pelanggan ritel, TMI memperkenalkan platform online mandiri yang intuitif https://bebascemas.tokiomarine.co.id berbasis teknologi Progressive Web Application (PWA).
Baca juga: Tumbuh 10,1 Persen, Total Premi Asuransi Umum di Kuartal III 2023 jadi Segini
“Platform ini memudahkan pelanggan dalam menjelajahi, membeli produk serta mengakses layanan dari TMI lainnya tanpa perlu menginstal aplikasi. TMI menerapkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi penipuan pada klaim otomotif dan e-commerce,” ucapnya.
Tak hanya itu, penerapan teknologi voicebot AI yang diberi nama HIKARU, menawarkan interaksi dengan pelanggan layaknya manusia, tidak hanya mengingatkan jatuh tempo polis namun juga memberikan rekomendasi produk.
“Terakhir ada Tokio Marine Agency Application (TAPPS) yang memberdayakan agen dengan fleksibilitas dalam proses penjualan, memungkinkan agen untuk membuat penawaran, memproses pembayaran, dan menerbitkan polis asuransi secara instan,” imbuh Foster. (*) Alfi Salima Puteri
Oleh Paul Sutaryono PADA 25 Maret 2026, Mahkamah Agung telah resmi melantik Friderica Widyasari Dewi… Read More
Poin Penting Askrindo menjalin kerja sama dengan Pemkab Bone untuk penjaminan suretyship dan asuransi umum… Read More
Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More
Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More
Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More
Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More