Perbankan

Tok! RUPST Setujui Dividen BRI Rp51,74 Triliun atau Rp345 per Saham

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp51,74 triliun dari laba bersih konsolidasi tahun buku 2024 yang mencapai Rp60,64 triliun.

Besaran dividen tersebut setara dengan 85 persen laba bersih konsolidasi atau Rp345 per lembar saham.

Baca juga: Jelang RUPS Tahunan, Saham BRI (BBRI) Turun 2,43 Persen

Sebelumnya, BRI telah memberikan dividen interim sebesar Rp20,46 triliun atau setara Rp135 per lembar saham, maka sisa dividen final yang akan dibagikan sebesar Rp208,40 per lembar saham.

Laba BRI Tumbuh 0,36 Persen

Sebagai informasi, sepanjang 2024, BRI berhasil mencetak laba bersih secara konsolidasian sebesar Rp60,64 triliun. Angka ini tumbuh 0,36 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibanding 2023 yang sebesar Rp60,42 triliun.

Adapun laba bank only tercatat mencapai Rp54,84 triliun pada 2024, naik 3,17 persen ketimbang 2023 yang sebesar Rp53,15 triliun. 

Baca juga: Siapa Paling Besar? Ini Catatan Dividen BBRI, BMRI, BBNI, dan BBTN, 5 Tahun Terakhir

Pertumbuhan laba tersebut didorong oleh pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp142,06 triliun pada 2024, naik 3,38 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp137,40 triliun.

Kredit dan Dana Pihak Ketiga

Dari sisi intermediasi, BRI berhasil menyalurkan kredit mencapai Rp1.354,64 triliun. Dari angka tersebut, sebanyak Rp1.110, 37 triliun disalurkan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kualitas kredit BRI tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross sebesar 2,94 persen dan NPL net sebesar 0,75 persen pada akhir 2024. Adapun NPL coverage BRI sebesar 215,01 persen.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tercatat sebesar Rp1.365,45 triliun per Desember 2024. Dengan porsi dana murah atau current account savings account (CASA) sebesar 67,30 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

9 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

9 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

10 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

16 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

16 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

17 hours ago