Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2023. Dalam rapat tersebut ada 9 agenda yang dibahas, salah satunya yang menarik adalah terkait dengan perubahan susunan pengurus perseroan.
Menurut sumber Infobanknews di Jakarta, Kamis, 16 Maret 2023 menyebutkan, RUPST memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat Haru Koesmahargyo dan mengangkat Nixon LP Napitupulu sebagai Direktur Utama. Sementara untuk posisi Wakil Direktur Utama, perseroan menunjuk Oni F Rahardjo.
Selain itu, perseroan juga memutuskan untuk menambah posisi Direktur yakni Direktur Institutional Banking. Dalam hal ini, pemegang saham menyetujui untuk mengangkat Hakim Putratama. Dengan demikian, jumlah kursi direksi Bank BTN menjadi 10.
Maka susunan Manajemen yang baru sesuai dengan keputusan RUPST adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Dewan Direksi
Menutup tahun 2022, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp3,04 triliun per 31 Desember 2022 atau naik 28,15% secara tahunan (yoy) dari Rp2,37 triliun di periode yang sama tahun 2021. Perolehan tersebut disumbang dukungan besar Pemerintah dalam mendorong penyediaan rumah rakyat yang layak huni dan terjangkau di Indonesia.
Peningkatan tersebut juga didukung oleh pertumbuhan kredit yang solid, perbaikan proses bisnis dan kualitas kredit, serta kenaikan simpanan. Kredit dan pembiayaan yang tumbuh solid menjadi penopang perolehan laba bersih Bank BTN. Laporan keuangan perseroan mencatat kredit dan pembiayaan tumbuh sebesar 8,53% yoy dari Rp274,83 triliun menjadi Rp298,28 triliun per 31 Desember 2022.
Kredit pemilikan rumah (KPR) masih menjadi motor terbesar pergerakan bisnis Bank BTN. Secara total, KPR di Bank BTN tumbuh 9,23% yoy menjadi Rp233,68 triliun per 31 Desember 2022. Di segmen ini, KPR Subsidi tumbuh 11,61% yoy menjadi Rp145,86 triliun pada akhir 2022. Dengan kinerja tersebut, Bank BTN tercatat masih memimpin pasar KPR Subsidi dengan pangsa sebesar 83%. (*)
Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wamenkeu untuk sisa masa jabatan 2024–2029 melalui Keppres… Read More
Poin Penting DPLK Avrist menargetkan pertumbuhan nasabah 15% hingga akhir 2026 dari total lebih 29… Read More
Poin Penting Bank Mandiri mencermati risiko global (geopolitik, kebijakan perdagangan, volatilitas komoditas) serta dampak penurunan… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,53 persen ke level 8.103,87, dengan mayoritas saham terkoreksi (349… Read More
Poin Penting Seorang siswa SD di NTT bunuh diri karena orang tuanya tak mampu membeli… Read More
Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More