Perbankan

Tok! BRI Bakal Bagikan Dividen Rp48,10 Triliun dari Laba 2023

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) pada hari ini (1/3) telah melaksanakan Rapat Pemegang Umum Saham Tahunan (RUPST) yang membahas terkait dengan besaran dividen yang akan diberikan kepada pemegang saham.

Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp48,10 triliun dari laba bersih BBRI tahun buku 2023 yang tercatat sebanyak Rp60,43 triliun.

“Penggunaan laba bersih konsolidasi atribusi pada pemilik entitas induk sebesar 80 persen atau sekurang-kurangnya Rp48,10 triliun atau sebesar Rp219 per lembar saham,” ucap Direktur Utama BRI, Sunarso dalam Konferensi Pers Virtual.

Jika dirincikan, porsi dividen tunai untuk pemerintah tercatat sebanyak Rp25,71 triliun dan untuk publik sebanyak Rp22,39 triliun.

Dividen interim tahun buku 2023 untuk pemerintah tercatat Rp6,77 triliun dan sisa dividen tunai tahun buku 2023 untuk pemerintah sebanyak Rp18,94 triliun.

Sementara, porsi dividen interim tahun buku 2023 untuk pemerintah tercatat sebanyak Rp5,90 triliun, sedangkan sisa dividen tunai tahun buku 2023 untuk publik sebesar Rp16,49 triliun.

Diberitakan sebelumnya, BBRI diperkirakan akan membagikan dividen sebanyak sebanyak 70-80 persen atau setara dengan Rp48 triliun, jika mengacu pada laba bersih tahun 2023 yang sebesar Rp60,43 triliun.

Adapun, pencapaian kinerja BBRI yang mencerlang tersebut ditopang oleh penyaluran kredit BRI sebesar Rp1.266,4 triliun, tumbuh 11,2 persen yoy pada periode Desember 2023. 

Segmen UMKM masih menjadi mayoritas penyaluran kredit BRI yang tercatat Rp1.068 triliun atau berkontribusi sebesar 84,4 persen.

Selain itu, pertumbuhan kredit yang double digit tersebut, berdampak kepada pendapatan bunga bersih sebesar Rp135,18 triliun atau naik 16,9 persen di 2023, dengan pendapatan bunga bersih BRI tercatat senilai Rp124,59 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, pengelolaan fungsi intermediasi juga positif terlihat dari rasio kredit bermasalah non-performing loan (NPL) BBRI yang tercatat sebesar 2,95 persen per 31 Desember 2023.

Sebelumnya, pada laba tahun buku 2022 lalu BRI membagikan dividen sebesar Rp43,5 triliun atau 85 persen dari total laba bersih yang sebesar Rp51,4 triliun.

Lalu, pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas akan mendapatkan 53,19 persen atau Rp23,15 triliun. Kemudian sisanya senilai Rp20 triliun dibagikan kepada investor ritel BBRI. (*)

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

IHSG Pagi Ini Dibuka Melemah ke Level 8.122

Poin Penting IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai… Read More

17 mins ago

Rupiah Hari Ini (4/2) Dibuka Melemah ke Level Rp16.762 per USD

Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More

33 mins ago

Update Harga Emas Hari Ini: Antam Melesat, Galeri24-UBS Kompak Turun

Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian melanjutkan tren penurunan pada Rabu (4/2/2026),… Read More

56 mins ago

IHSG Berpeluang Menguat, Ini Katalis Penggeraknya

Poin Penting IHSG diprediksi bergerak variatif cenderung menguat dengan area support 7.715–7.920 dan resistance 8.325–8.530,… Read More

1 hour ago

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

11 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

11 hours ago