Salah satu calon DK OJK Agusman tengah menjalani fit and proper test di DPR. Foto: Ira
Jakarta – Komisi XI DPR RI menetapkan Agusman sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK).
Selain itu, Komisi XI juga menetapkan Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto merangkap Anggota DK OJK periode 2023 – 2028.
Agusman dan Hasan Fawzi terpilih berdasarkan hasil musyawarah mufakat/voting, baik pimpinan maupun anggota Komisi XI.
Baca juga: Fit and Proper Test DK OJK di DPR, Ini Visi dan Misi Agusman
Asal tahu saja, Komisi XI DPR-RI telah melaksanakan fit and proper test kepada empat calon DK OJK yang digelar hari ini (10/7) yang terdiri dari Agusman, Adi Budiarso, Hasan Fawzi dan Erwin Haryono.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dolfie Othniel Frederic Palit, memastikan bahwa Agusman dan Hasan Fawzi merioakan kandidat terbaik untuk menjabat sebagai Kepala Eksekutif OJK yang baru.
“Telah disepakati melalui musyawarah dan mufakat, Kepala Eksekutif OJK yang baru adalah Agusman dan Hasan Fauzi. Masing-masing fraksi menyampaikan pandangannya bahwa Agusman yang dianggap terbaik,” ujar Dolfie di DPR, Senin, 10 Juli 2023.
Asal tahu saja, Agusman saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Audit Internal Bank Indonesia. Agusman mengawali karier di Bank Indonesia pada 1992. Dia pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Surveillance Sistem Keuangan (2016-2017), Kepala Departemen Komunikasi (2017-2019), dan Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan (2019).
Dia mendapat gelar Master di bidang Economics dan Finance dari Curtin University of Technology pada 1998. Kemudian, merampungkan gelar Phd di bidang Banking & Finance dari Australian National University pada 2006.
Baca juga: Fit and Proper Test Calon DK OJK, Hasan Fawzi Siap Terapkan 7 Strategi Ini
Kemudian, Hasan Fawzi menjabat sebagai Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia. Ia ditetapkan sebagai Direktur Pengembangan BEI melalui RUPS pada 29 Juni 2018. Hasan lahir di Purwakarta pada 27 April 1970. Meraih gelar Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1993 dan memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) dari Universitas LÍAE de Grenoble, Universite Pierre Mendes, France, dan gelar Magister Manajemen (MM) dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2008.
Dia memulai karir di PT Kliring Depositori Efek Indonesia dengan posisi terakhir sebagai Kepala Departemen Pengembangan Sistem (1993-1997), kemudian bergabung dengan KPEI dengan posisi terakhir sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi (1997-2008). Menjadi Direktur PHEI (20082012) dan Direktur Utama KPEI selama dua periode (2012-2015 dan 2015-2018). (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Bayi baru lahir belum otomatis menjadi peserta JKN, tetap harus didaftarkan. BPJS masih… Read More
Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More