Nasional

TNI AD Siapkan Ribuan Hektare Lahan untuk Pasokan Bahan Pangan MBG

Poin Penting

  • TNI AD menyiapkan ribuan hektare lahan untuk menanam sayuran, buah, dan bahan pangan guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Selain bertani, TNI AD mendidik petani muda dan mengembangkan beternak ayam petelur untuk mendukung kebutuhan dapur MBG.
  • Langkah ini diharapkan menjaga ketersediaan bahan pangan, sehingga mencegah kenaikan harga seiring bertambahnya jumlah dapur MBG di seluruh Indonesia.

Jakarta – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menyiapan ribuan hektare lahan untuk memperkuat pasokan bahan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah di Tanah Air.

“Saya sudah memerintahkan para prajurit untuk menanam bahan pangan, sayuran, dan buah-buahan di lahan-lahan milik TNI AD, untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (BGN),” kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat menerima kunjungan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang di Markas Besar TNI AD, di Jakarta, Kamis (30/10).

Ia menuturkan, sejak 3 bulan lalu dirinya sudah memperkirakan bahwa harga pangan akan beranjak naik akibat meningkatnya permintaan daging dan telur ayam, serta sayuran dan buah-buahan seiring dengan pertambahan jumlah SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia.

Baca juga : BGN Bidik 82,9 Juta Penerima Program MBG pada Akhir 2025

Karena itu, dirinya segera menyerukan jajarannya untuk menanami lahan milik TNI-AD dengan berbagai tanaman pangan, sayuran, dan buah-buahan.

Ia melanjutkan, sejumlah lahan milik TNI sudah mulai diusahakan sejak beberapa bulan terakhir. Di antaranya lahan seluas 206 hektar di Gunung Hejo, Purwakarta sebanyak 300 hektar lahan di Takokak, Cianjur sebanyak 100 hektar di Puslatpur Baturaja.

Kemudian, di Lampung sebanyak 50 hektare di Pengalengan, Kabupaten Bandung, sebanyak 600 hektar di Ciemas, Sukabumi dan juga 60 hektare tanah di Cibenda, Sukabumi. “Kami juga mendidik ratusan petani muda untuk mengelola lahan pertanian itu,” kata Maruli.

Tak hanya sekadar menanam tanaman pangan, sayuran dan buah-buahan, KSAD pun telah memerintahkan para prajuritnya untuk beternak ayam, terutama ayam petelur. Sebab penanganannya dinilai lebih mudah dibandingkan dengan ayam pedaging, dan lebih cepat dipanen.

“Saya juga sudah memerintahkan kepada Kodim-Kodim untuk beternak ayam,” kata perwira tinggi dengan bintang empat di bahunya itu,” tandasnya.

Baca juga : Viral Insentif Rp5 Juta untuk Konten MBG, Ini Penjelasan Resmi BGN

Komitmen TNI-AD untuk ikut memperkuat pasokan pangan ini sangat diapresiasi Nanik.  “Kami sangat berterima kasih atas inisiatif TNI-AD dalam memperkuat pasokan bahan pangan untuk mendukung program MBG,” ujar Wakil Kepala BGN itu.

Sebab dengan bertambahnya jumlah dapur MBG yang beroperasi, kebutuhan bahan pangan pun akan meningkat, sehingga bisa memicu kenaikan harga. Sementara, dengan pasokan yang mencukupi, harga pangan akan stabil.

Nanik kemudian menyarankan agar selain bahan makanan pokok dan sayuran, para prajurit TNI AD juga menanam lahan itu dengan tanaman buah yang dibutuhkan dapur-dapur MBG. Misalnya pisang.

“Sebab, selain mudah dibudidayakan, pisang bisa dipanen dalam waktu yang relative singkat, dan menjadi salah satu menu buah MBG yang aman,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

8 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

8 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

9 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

10 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

10 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

11 hours ago