Pembangunan infrastruktur; Butuh dukungan pembiayaan. (Foto: Budi Urtadi).
Cirebon–Kondisi perekonomian Indonesia di 2016 diprediksi akan lebih baik dibanding tahun ini. Cyrillus Harinowo, ekonom yang juga komisaris BCA mengatakan ada beberapa indikasi perbaikan ekonomi yang mulai terlihat di menjelang pergantian tahun ini.
Pertama, pertumbuhan ekonomi mulai menunjukkan peningkatan kendati masih relatif kecil. Jika pada kuartal kedua lalu angka pertumbuhan diangka 4,67%, per kuartal ketiga angka pertumbuhan ekonomi naik ke angka 4,73%.
“Walaupun masih kecil peningkatannya namun saya yakin titik balik akan terjadi,” ujar Harinowo pada Media Workshop BCA di Cirebon, Jumat, 11 Desember 2015.
Kedua, perbaikan ekonomi juga bisa dilihat dari neraca persagangan. Per Oktober, trade balance untuk mobil dan komponennya mulai surplus. Begitu juga dengan baja. Ketiga, defisit transaksi berjalan juga mulai menunjukkan arah perbaikan.
“Pelemahan ekspor Indonesia lebih banyak terjadi karena penurunan harga-harga komoditas. Tapi jangan salah, ekspor manufaktur Indonesia ternyata tumbuh baik,” lanjutnya.
Kedepan, Harinowo memprediksi bahwa ekspor Indonesia akan membaik. Bahkan tidak hanya dalam hal volume tapi juga soal harganya.
Berjalannya berbagai proyek infrastruktur dan konsumsi pemerintah di awal tahun depan akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih baik. Sebab, pembangunan infrastruktur akan bergerak dengan sangat cepat. Hal ini terlihat dari progres pembangunan MRT, LRT, Double Tracking, Tol Sumatera-Jawa dan berbagai pelabuhan baik laut maupun udara.
“Dampak multiplier effect akan luar biasa. Salah satunya ke penjualan semen dan baja. Penjualan semen awal tahun anjlok tapi Juli sampai September sudah mulai meningkat. Ini akan berdampak positif bagi perekonomian,” sambungnya. (*)Novita Adi Wibawanti
Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More
Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More
Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More
Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS. Sentimen… Read More
Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,89 persen ke level 7.214,17 pada awal perdagangan (9/4), dari… Read More