Poin Penting
Jakarta – PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) tengah melanjutkan transformasi bisnis dari industri kayu lapis menjadi jasa angkutan laut setelah memperoleh izin usaha pada Oktober 2025. Perseroan juga telah mendapat izin usaha jasa pertambangan untuk pengangkutan komoditas pertambangan.
Perubahan bisnis ini berdampak pada kinerja keuangan TIRT, yang tercatat memiliki total ekuitas negatif sebesar Rp708,81 miliar hingga kuartal III 2025.
Presiden Direktur TIRT, Tham Arvin Setyanto, menegaskan fokus Perseroan masih pada proses transisi bisnis.
“Kondisi saat ini kita masih fokus dalam proses transisi transformasi bisnis dari bidang usaha sebelumnya menjadi bidang usaha jasa angkutan laut. Sementara kita masih fokus dalam proses transformasi tersebut, kita akan melakukan kajian lebih lanjut untuk hal-hal yang seperti ini,” ujar Tham dalam paparan publik insidentil di Jakarta, Rabu, 17 Desember 2025.
Baca juga: Tirta Ingin Program Literasi Keuangan OJK Masuk Kurikulum SD
Selain total ekuitas negatif, TIRT mencatatkan rugi bersih senilai Rp33,11 miliar hingga kuartal III 2025. Namun, pada Oktober 2025 Perseroan berhasil meraih laba bersih Rp742 juta.
Adapun Bursa sebelumnya menghentikan sementara perdagangan saham TIRT pada 21 Januari 2025, namun penghentian tersebut dicabut pada 26 November 2025.
Pasca pencabutan, harga saham TIRT mengalami kenaikan signifikan hingga 164 persen dalam 11 hari perdagangan, dari Rp44 pada 26 November menjadi Rp116 pada 11 Desember 2025.
Baca juga: Ilham Habibie Tekankan Pentingnya Transformasi Digital Dukung Indonesia Emas 2045
Total transaksi saham selama periode tersebut mencapai Rp583,22 juta dengan volume perdagangan sebanyak 6.225.400 lembar saham.
Manajemen menyatakan fluktuasi harga saham merupakan hasil dinamika pasar.
Hingga pelaksanaan Paparan Publik Insidentil, seluruh informasi, fakta, dan kejadian material telah disampaikan kepada publik. Perseroan menegaskan tetap patuh terhadap seluruh ketentuan pasar modal dan regulasi terkait. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting LPDB fokus membiayai UMKM yang belum bankable melalui skema pembiayaan produktif berbasis koperasi,… Read More
Poin Penting IHSG anjlok 6,94 persen sepanjang pekan 25–30 Januari 2026 ke level 8.329,60, dipicu… Read More
Poin Penting Transaksi digital Livin’ by Mandiri mendominasi, dengan 99,2% transaksi ritel non-tunai dilakukan secara… Read More
Poin Penting Ekonom desak konsolidasi cepat OJK menyusul pengunduran diri beruntun petinggi agar roda organisasi… Read More
Poin Penting Mahendra Siregar (Ketua), Mirza Adityaswara (Wakil Ketua), dan dua pejabat OJK lainnya mengundurkan… Read More
Poin Penting Mirza Adityaswara mengundurkan diri dari jabatan Wakil Ketua DK OJK tak lama setelah… Read More