Ilustrasi Generasi Milenial dan Gen Z meniti karier di perbankan. (Foto: Freepik)
Jakarta – Setiap orang memiliki hal yang disukai untuk dilakukan (passion) dan juga ambisi yang ingin dicapai. Namun, seringkali keduanya dianggap sulit direalisasikan secara bersamaan.
Salah satu kekhawatiran yang sering muncul adalah anggapan bahwa pekerjaan sesuai passion menghasilkan pendapatan lebih kecil.
Kekhawatiran ini menimbulkan pertanyaan bagi generasi muda, apakah passion dan ambisi bisa dijalankan bersamaan demi membangun karir yang ideal pada masa depan?
Baca juga : Lakukan 5 Tips Ini Agar Resolusi Keuangan Tercapai di 2025
Career Coach & Trainer Ajeng Asmarandhany mengatakan, passion adalah energi positif yang muncul ketika seseorang melakukan hal yang dicintai, sedangkan ambisi merupakan keinginan kuat yang diperkuat oleh struktur untuk mencapai sesuatu.
“Keduanya bisa diusahakan karena saat passion diberikan struktur yang jelas, maka ini juga dapat menjadi satu ambisi,” jelasnya.
Ajeng menambahkan, jika seseorang hanya fokus pada salah satu aspek tanpa keseimbangan, produktivitas dapat terganggu hingga menyebabkan burnout.
Akibatnya, pekerjaan tidak dilakukan secara maksimal dan kepuasan dalam bekerja sulit dicapai.
Baca juga: Gara-Gara Proyek Ambisius Ini, Bos Facebook Rugi Rp58,93 Triliun
Berikut beberapa tips yang dapat membantu generasi muda untuk menyeimbangkan passion dan ambisi agar tetap fokus dan pantang menyerah.
Pahami tujuan yang ingin dicapai. Langkah ini bisa dimulai dengan merefleksikan pengalaman dan menemukan momen yang membuat Anda merasa semangat, puas, dan bangga.
Kenali passion dengan menjawab pertanyaan seperti, “Apa yang membuat saya berenergi hingga lupa waktu?”
Sementara, ambisi dapat dikenali melalui gambaran kesuksesan yang ingin diraih dalam rentang waktu tertentu.
Setelah mengenali diri, buat tujuan jangka panjang dan langkah-langkah konkret untuk mencapainya. Pastikan passion memiliki struktur yang mendukung ambisi.
Selalu ingat untuk menjaga harmoni antara passion dan ambisi agar keduanya saling melengkapi, bukan saling bertentangan.
Baca juga: Makin Suram! 2 dari 3 Gen Z Pesimistis Mampu Beli Rumah
Lebih lanjut, Ajeng juga membagikan beberapa tips ketika mengalami demotivasi yang akhirnya berdampak dan menghambat hasil yang ingin dikejar oleh tim akibat dari faktor internal yang berkaitan dengan passion dan ambisi.
“Penting untuk selalu memastikan titik keseimbangan antara passion dan ambition terus terjaga untuk mempertahankan kualitas kinerja, khususnya dalam membangun perjalanan karier yang cemerlang,“ bebernya.
Baca juga: Ingin Berkarier di Perusahaan Top? Gen Z Harus Lakukan Ini
Ajeng menekankan pentingnya self-discovery bagi generasi muda. Menemukan nilai hidup, kepuasan dalam bekerja, serta harapan pribadi maupun harapan yang ditetapkan oleh rekan kerja dalam tim.
“Setelah itu, action plans ke depan dan tetapkan tantangan yang dapat mendorong kamu untuk berkembang,“ pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More