News Update

Tingkatkan Recurring Income, Emiten Properti SMRA Tambah Portofolio Bisnis Hotel

Poin Penting

  • Harris Hotel & Convention Serpong resmi dibuka, menjadi hotel ketiga brand Harris milik SMRA dan kelima dalam portofolio bisnis hotel Summarecon, dengan investasi Rp400 miliar.
  • Hotel ini memperkuat kota terpadu sebagai regional hub dan mendongkrak recurring income perusahaan.
  • Hotel ini memiliki 282 kamar, grand ballroom hingga 1.500 orang, serta konektivitas langsung dengan Summarecon Mall Serpong untuk konsep “Lifestyle Ecosystem Experience”.

Tangerang – Emiten properti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menambah portofolio bisnis hotel dengan meresmikan Harris Hotel & Convention Serpong. Memperkuat kemitraan strategis dengan The Ascott Limited, ini menjadi hotel ketiga dengan brand Harris yang dimiliki SMRA.

Sebelumnya, perseroan sudah memiliki dua hotel dengan brand Harris, di Kelapa Gading dan Bekasi.

President Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, mengungkapkan, kehadiran hotel ini menjadi infrastruktur pendukung aktivitas bisnis, serta akan memperkuat positioning Summarecon Serpong sebagai regional hub, yakni pusat aktivitas ekonomi dan bisnis.

Ia menambahkan, dukungan fasilitas ini sekaligus merefleksikan bahwa Summarecon Serpong sebagai kota terpadu semakin matang secara ekonomi dan aktivitas.

“Kehadiran hotel ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap recurring income perusahaan serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Serpong, Tangerang dan sekitarnya,” ujar Adrianto dalam Grand Opening Harris Hotel & Convention Serpong, Jum’at, 13 Maret 2026.

Baca juga: Agresif Monetisasi Aset Properti, REAL Kembangkan Ekosistem Ini Bersama MFlash

Menurut Adrianto, bisnis hotel menjadi bagian dari investment property yang dijalankan SMRA. Lini investment property ini disebut menyumbang 25 persen-30 persen terhadap total portofolio Summarecon Agung. Dari jumlah itu, sekitar 20 persennya disumbang oleh bisnis hotel.

“Dengan adanya Harris Serpong, kita bisa dorong ke 23 persen,” ujarnya.

Dari sisi investasi, untuk membangun Harris Serpong, Adrianto menyebut perseroan menggelontorkan investasi sebesar Rp400 miliar.

Pada kesempatan sama, Soegianto Nagaria, Director PT Summarecon Agung Tbk, menambahkan, Harris Hotel & Convention Serpong menjadi hotel kelima yang akan menambah portofolio bisnis hotel Summarecon.

Lokasi Harris Serpong yang menempel pada Summarecon Mall Serpong disebut sebagai keunggulan. Keberadaan kedua properti ini akan saling melengkapi.

“Kami sejak di Kelapa Gading menyadari keberadaan Harris di sebelah mal sangat bersinergi. Malnya ramai, hotelnya juga terbantu. Kami juga lihat ini segmen mal dan hotelnya sama. Dengan konsep “Lifestyle Ecosystem Experience” akan menciptakan konektivitas seamless antara mal dan hotel, sehingga kegiatan retail, lifestyle hingga staycation dapat dilakukan di satu tempat, tanpa harus berpindah,” papar Soegianto.

Baca juga: Tingkatkan Kinerja Keuangan, Pollux Hotels Group Terbitkan Obligasi Berkelanjutan

Sementara, Irene Janti Country Director Brand & Marketing, The Ascott Limited – Indonesia mengatakan, Harris Serpong memiliki 282 kamar. Untuk mendukung market MICE, hotel ini juga mempunyai satu grand ballroom berkapasitas hingga 1.500 orang, tiga ballroom, dan 11 meeting room.

Lut Abader, GM Harris Hotel & Convention Serpong menambahkan, dengan fasilitas konvensi yang luas, kamar-kamar yang dirancang dengan cermat, serta konsep khas HARRIS Living in Balance, hotel ini bisa menjadi destinasi pilihan.

“Kami yakin hotel ini akan menjadi destinasi pilihan untuk pertemuan, acara sosial, dan pengalaman menginap berkualitas di Serpong,” tegasnya. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

3 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

4 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

4 hours ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

4 hours ago

OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal di Kuartal I 2026, Capai Rp96 Miliar

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More

5 hours ago