Jakarta–PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera (Bringin Life) berharap terus dapat meningkatkan penetrasi asuransi pada masayarakat Indonesia.
Upaya Bringin Life meningkatkan penetrasi asuransi tersebut dilakukan dengan memasarkan produk mikro andalannya yaitu AM-KKM (Asuransi Mikro- Kecelakaan, Kesehatan dan Meninggal Dunia) melalui agen-agen Laku Pandai induknya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
“Kita ada kerja sama dengan BRI melalui agen Laku Pandai, BRILink,” kata Direktur Utama Bringin Life Nandi H. Hamaki pada Infobank di Jakarta, Kamis, 24 Juni 2016.
Nandi mengatakan, saat ini sekitar 60% dari agen Laku Pandai yang dimiliki BRI telah dapat memasarkan produknya tersebut. Meski belum mematok target khusus perolehan premi dari produk mikronya itu, ia berharap setiap agen Laku Pandai minimal dapat menjual dua polis setiap harinya.
“Kita belum lihat tapi uang jelas cukup signifikan, mereka untuk produk perbankan sudah ada yang 200 transaksi per hari, kalau mereka bisa 2 saja per hari itu sudah luar biasa,” tambah Nandi.
Tahun ini, menurutnya, Perseroan menargetkan total premi Rp4,5 triliun. Per kuartal pertama 2016, premi bruto Bringin Life tercatat Rp610,21 miliar. Sementara akhir tahun lalu premi yang diperoleh tercatat Rp2,41 triliun. Sementara total klaim yang telah dibayarkan Rp446,59 miliar. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More