Poin Penting
- Bank digital kini mengalihkan strategi dari mengejar akuisisi nasabah menjadi memperkuat loyalitas melalui layanan yang lebih personal dan berbasis teknologi
- Bank Aladin Syariah menerapkan strategi tersebut dengan memberangkatkan 15 nasabah umrah sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas mereka
- Hingga kuartal I 2026, Bank Aladin Syariah mencatat laba bersih Rp23,3 miliar, aset Rp15,1 triliun, dan jumlah nasabah aktif tumbuh lebih dari 30 persen secara tahunan.
Jakarta – Lanskap persaingan industri perbankan digital memasuki era baru. Bank digital tidak lagi jor-joran akuisisi nasabah, tapi fokus menghadirkan inovasi teknologi untuk menyediakan layanan yang lebih personal sekaligus memperkuat loyalitas nasabah.
Strategi membangun keterikatan dengan nasabah melalui program-program bernilai tambah menjadi salah satu faktor pembeda di tengah semakin ketatnya persaingan bank digital.
Tren itu selaras dengan laporan Global Banking Annual Review 2026: Precision with Speed yang diterbitkan McKinsey & Company. Laporan yang dirilis pada Mei 2026 itu menyebutkan, industri perbankan global tengah bergerak menuju model bisnis yang semakin digital, personal, dan berbasis teknologi.
Baca juga: Bank Aladin Syariah Perkuat Ekosistem Digital untuk Perluas Inklusi Keuangan
Keberhasilan bank digital ke depan dinilai tidak lagi hanya ditentukan oleh inovasi teknologi, tapi juga kemampuan dalam membangun hubungan yang kuat dengan nasabah serta menghadirkan pengalaman yang memberikan nilai tambah.
McKinsey bahkan menilai periode 2026–2030 menjadi fase krusial bagi bank digital. Setelah di tahun – tahun sebelumnya fokus pada akuisisi nasabah, pelaku bank digital kini dituntut meningkatkan retensi, memperkuat keterikatan (customer engagement), dan memperdalam hubungan dengan nasabah untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Strategi itu mulai diterapkan PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin Syariah). Digagas sebagai bank syariah digital, bank ini tidak hanya mengembangkan layanan berbasis teknologi, tapi juga membangun ekosistem yang dapat menghadirkan manfaat nyata bagi nasabah. Baik dari sisi finansial maupun spiritual.
Salah satu implementasi strategi itu diwujudkan lewat Program Umrah bagi Nasabah Ala Pensiun. Pada 27 Juli 2026, Bank Aladin Syariah kembali memberangkatkan 15 nasabah ke Tanah Suci sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas dan kepercayaan mereka. Ini menjadi keberangkatan tahap kedua, setelah tahap pertama dilakukan pada Januari 2026 lalu.
Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Rachmadi, mengatakan, kepercayaan nasabah menjadi fondasi utama pertumbuhan Bank Aladin Syariah. Oleh sebab itu, strategi bisnis tidak hanya diarahkan untuk memperluas basis nasabah, tapi juga memastikan setiap pertumbuhan yang dicapai bisa memberikan manfaat langsung bagi nasabah.
Bagi Bank Aladin Syariah, upaya memperkuat loyalitas nasabah menjadi bagian dari strategi membangun hubungan jangka panjang sekaligus memperkuat posisi perseroan di industri bank digital.
“Kepercayaan nasabah merupakan fondasi utama pertumbuhan Bank Aladin Syariah. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan yang kami capai juga dapat menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh nasabah,” kata Koko dalam keterangannya, Selasa, 28 Juli 2026.
Baca juga: Perbankan Digital RI Peringkat 17 Dunia, LAMEMBA Ingatkan Ancaman Scam
Koko melanjutkan, program umrah menjadi bagian dari komitmen Bank Aladin Syariah membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah. Selain sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas, program ini sekaligus mencerminkan upaya Bank Aladin Syariah memberikan nilai tambah yang tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga spiritual dan sosial.
Strategi memperkuat keterikatan nasabah berjalan seiring dengan kinerja perseroan yang terus menunjukkan pertumbuhan. Di kuartal I 2026, Bank Aladin Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp23,3 miliar dengan total aset mencapai Rp15,1 triliun. Di periode sama, jumlah nasabah aktif disebut meningkat lebih dari 30 persen secara tahunan. (*) Ari Astriawan


