Keuangan

Tingkatkan Layanan, 14 Lembaga Keuangan Sinergi Dengan Dukcapil

Jakarta – Sebanyak 14 lembaga keuangan melakukan penandatanganan kerjasama dengan Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, Selasa 16 Juli 2019. Kerjasama ini dilakukan untuk akses pemanfaatan nomor induk kependudukan (NIK), data kependudukan dan KTP elektronik (KTP el) sebagai upaya peningkatan layanan kepada nasabah.

Adapun ke-14 lembaga tersebut, terdiri dari 7 lembaga yang sudah memiliki hak akses sebelumnya atau dalam rangka perpanjangan kerjasama, serta 7 lembaga yang baru saja bergabung. Salah satu lembaga yang melakukan perpanjangan kerjasama, yakni PT Indosurya Inti Finance. Kepada Infobank, Operational Director Indosurya Inti Finance, Henli Salim menjelaskan,  bahwa pemanfaatan akses NIK, data kependudukan dan KTP el dengan Dukcapil ini biasanya digunakan untuk calon-calon nasabah atau debitur yang mau mengajukan (apply) kredit.

“Dulu kan sulit ya untuk ngecek ID dengan keaslian data orang yang benar. Sekarang dengan akses data ini akurasinya hampir 99 persen akurat. Selain kami dapat juga dari SLIK. Kami pun juga pakai akses ini untuk rekruitment karyawan,” jelas Henli, kepada Infobank.

Henli menambahkan, kerjasama antara pihaknya dengan Dukcapil yang telah berjalan selama dua tahun belakangan ini menghasilkan layanan customer yang lebih cepat serta mudah. “Jadi tidak semua data harus dimintakan ulang ke customer, untuk data mandatory sudah bisa di-capture dari akses Dukcapil. Biasanya dulu kan harus isi form dengan isian data yang banyak dan berulang, sekarang cukup NIK dan beberapa data tambahan sudah bisa, lebih cepat, dengan tetap memperhatikan prinsip kerahasiaan data customer,” tambahnya.

Sementara itu, penandatanganan kerjasama ini dilakukan oleh perwakilan pemimpin perusahaan dari 14 lembaga pengguna dan Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh.

Ke-14 lembaga pengguna tersebut terdiri dari : PT Bank Panin, PT Bank Syariah Bukopin, PT Bank Agris, PT Bank SBI Indonesia, PT Mandiri Utama Finance, PT Federal International Finance, PT Astra Multi Finance, PT Indosurya Inti Finance, PT Toyota Astra Financial Service, PT Penjaminan Jamkrindo Syariah, PT Globalindo Multi Finance, PT Inti Dunia Sukses, PT Bibit Tumbuh Bersama, KSP Sejahtera Bersama.

Dengan adanya kerjasama pemanfaatan data dan dokumen kependudukan ini, maka terdapat 3 jenis layanan yang dapat dimanfaatkan oleh lembaga keuangan, yaitu: akses data perseorangan yang dapat dimanfaatkan dalam rangka verifikasi data calon nasabah dan/atau nasabah, pemadanan database nasabah masing-masing lembaga keuangan sehingga database masing-masing lembaga keuangan bisa semakin akurat, dan terakhir akses pemanfaatan data melalui penggunaan perangkat pembaca KTP-el guna verifikasi keaslian KTP-el setiap nasabah dan/atau calon nasabah.

Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakhrulloh mengatakan, di era digital sekarang masyarakat menginginkan pelayanan publik yang serba cepat termasuk layanan dokumen kependudukan dan layanan perbankan, sementara lembaga keuangan pun di sisi lain sangat membutuhkan jaminan keamanan serta akurasi data dalam memberikan layanan perbankan. Kerjasama ini memberikan dampak positif baik untuk negara dan lembaga keuangan.

“Bagi negara, kerjasama ini membantu melengkapi serta meningkatkan akurasi serta memperkaya basis data kependudukan, sementara lembaga keuangan mendapatkan keamanan, keakuratan serta kemudahan dalam verifikasi data penduduk,” kata Zudan.

Ia menambahkan, terhitung sampai dengan tanggal 16 Juli 2019, jumlah penduduk yang sudah melakukan perekeman KTP-elektronik telah mencapai 98.93%, dan hingga saat ini sebanyak 1.227 lembaga telah melakukan kerja sama pemanfaatan data kependudukan dengan Ditjen Dukcapil.

“Dengan melihat dua capaian tersebut maka kami optimis cita-cita besar Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam mewujudkan ekosistem nasional sadar administrasi kependudukan segera dapat terwujud,” pungkasnya. (*) Ayu Utami

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

36 mins ago

Bangkrut Akibat Kredit Macet, Bank Ayandeh Iran Tinggalkan Utang Rp84,5 Triliun

Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More

40 mins ago

Penguatan Produktivitas Indospring Disambut Positif Investor, Ini Buktinya

Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More

1 hour ago

KB Bank Kucurkan Kredit Sindikasi USD95,92 Juta ke Petro Oxo Nusantara

Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More

1 hour ago

IHSG Ditutup Menguat 0,47 Persen ke Level 9.075

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 pada perdagangan 15 Januari 2026,… Read More

1 hour ago

Lampaui Target, Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp1.931,2 Triliun

Poin Penting Realisasi investasi 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, tumbuh 12,7 persen (yoy) dan melampaui target… Read More

1 hour ago