Market Update

Tingkatkan Kinerja Keuangan, Pollux Hotels Group Terbitkan Obligasi Berkelanjutan

Poin Penting

  • Pollux Hotels Group menerbitkan obligasi berkelanjutan berperingkat AAA, dengan dukungan penuh CGIF yang merupakan bagian dari ADB.
  • Sekitar 90% dana obligasi dialokasikan untuk restrukturisasi dan refinancing utang, guna memperbaiki jatuh tempo dan menekan biaya dana.
  • Sisa dana digunakan untuk belanja modal berbasis Green Building, demi meningkatkan efisiensi operasional dan arus kas jangka panjang.

Jakarta – PT Pollux Hotels Group Tbk (POLI) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan yang didukung penuh oleh Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF), bagian dari Asian Development Bank (ADB). 

Langkah ini menghasilkan peringkat kredit idAAAcg (Triple A) dari Pefindo, mencerminkan risiko investasi yang sangat rendah dan stabilitas fundamental perusahaan.

CEO Pollux Hotels Group, Handojo K. Setiadi mengatakan, penerbitan obligasi tersebut  difokuskan pada restrukturisasi utang yang lebih efisien.

Manajemen Pollux Hotels Group mengalokasikan sekitar 90 persen dari dana hasil emisi untuk melakukan refinancing (pembiayaan kembali) instrumen keuangan yang ada. 

Baca juga: MAMI Ungkap Peluang dan Risiko Pasar Saham-Obligasi 2026

Strategi ini, sebut dia, bertujuan untuk memperbaiki profil jatuh tempo utang, menekan biaya dana (cost of funds), dan pada akhirnya memperkuat arus kas operasional Perseroan di tengah volatilitas pasar global.

Lebih lanjut, Handojo menilai masuknya CGIF sebagai penjamin (guarantor) merupakan bentuk validasi ketat terhadap tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) Pollux.

“Mendapatkan garansi penuh dari lembaga supranasional seperti CGIF bukanlah proses yang mudah. Ini membuktikan bahwa transparansi keuangan dan manajemen risiko Pollux telah memenuhi standar internasional yang ketat,” ujar Handojo, Sabtu, 10 Januari 2026.

Alokasi Capex dan Fokus Green Building

Ia menambahkan, selain penguatan modal kerja, 10 persen dana dialokasikan untuk belanja modal (Capital Expenditure/Capex) yang berfokus pada efisiensi operasional jangka panjang.

Belanja modal tersebut antara lain digunakan untuk renovasi fasilitas dengan standar Green Building, yang diproyeksikan mampu menurunkan biaya utilitas secara signifikan pada masa mendatang.

Baca juga: Pollux Hotels Group Resmi Catatkan Obligasi Keberlanjutan Rp500 Miliar

Diketahui, PT Pollux Hotels Group Tbk adalah emiten properti yang bergerak di bidang pengembangan dan pengelolaan hotel serta properti komersial. Dengan fokus pada efisiensi operasional dan pertumbuhan aset, Perseroan terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Jelang Idul Fitri 1447 H, BSN Bagikan Ratusan Sembako

BSN bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Taspen Turut Serta Lepas Mudik Bersama Keluarga Besar Kemenko Kumham Imipas

Program CSR mudik bersama ini diikuti oleh sekitar 400 peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah dan… Read More

1 hour ago

BTN Beberkan Tiga Pilar Transformasi Layanan, Apa Saja?

Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More

5 hours ago

Jangan Sampai Boncos, Perencana Keuangan Ungkap 3 Prinsip Utama Kelola THR

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More

10 hours ago

Industri Asuransi Jiwa Sudah Bayar Klaim Korban Bencana Sumatra Rp2,6 Miliar

Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More

14 hours ago

Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp590,54 Triliun, Mayoritas Parkir di SBN

Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More

14 hours ago