Manajemen Astra; Rotasi untuk tingkatkan bisnis. (Foto: Dok. Infobank)
Jakarta–Dalam rangka mengantisipasi tantangan bisnis pada masa mendatang, terutama dalam pasar otomotif roda empat, PT Astra International Tbk (Astra) melakukan rotasi manajemen yang pada dasarnya rutin dilaksanakan setiap tahun.
Astra melakukan pergantian Vice President Director pada salah satu anak perusahaan Astra, PT Toyota Astra Motor (TAM), distributor tunggal kendaraan Toyota di Indonesia, yakni Suparno Djasmin yang menjabat posisi tersebut, digantikan oleh Henry Tanoto.
Henry Tanoto sendiri sebelumnya menjabat sebagai Chief Marketing Officer di Astra, Toyota Sales Operation (Auto2000). Adapun rotasi manajemen ini mulai efektif dan berlaku sejak 16 November 2015.
Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto mengatakan, selama menjabat sebagai Vice President Director TAM, Suparno Djasmin telah memberikan kontribusi yang sangat berarti, mewariskan semangat, budaya dan etos kerja positif yang tentunya bermanfaat bagi seluruh tim.
“Suparno Djasmin tetap menjabat sebagai Direktur PT Astra International Tbk dan mendapatkan penugasan baru di lini bisnis jasa keuangan,” ujar Prijono dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 18 November 2015.
Menurutnya, rotasi manajemen ini merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan efektivitas organisasi perseroan. Diharapkan rotasi ini dapat meningkatkan kolaborasi dan kinerja bisnis baik Astra International maupun TAM pada masa yang akan datang. (*) Rezkiana Nisaputra
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More