Ekonomi dan Bisnis

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Pemerintah Genjot Penyaluran KUR Pertanian

Jakarta – Dalam mendukung penguatan sektor pangan sebagai salah satu prioritas utama pemerintah dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional, pemerintah berupaya meningkatkan ketahanan pangan dengan mendorong produktivitas hasil pertanian melalui mekanisme modernisasi taksi alat dan mesin pertanian (Alsintan).

“Upaya yang dapat mendorong ke arah tersebut salah satunya melalui peningkatan pembiayaan di sektor pertanian khususnya taksi alat dan mesin pertanian melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR),” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dikutip 19 Oktober 2022.

Namun, hingga September 2022, penyaluran KUR yang diberikan khusus untuk penyediaan Alsintan baru terealisasi sebesar Rp66,86 miliar yang diberikan kepada 272 debitur. Di mana angka tersebut masih relatif kecil, sehingga perlu adanya dorongan agar penyaluran KUR lebih maksimal.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah memberikan tambahan subsidi bunga sebesar 3% khusus untuk penyaluran KUR di sektor pertanian, sehingga petani dapat menggunakan fasilitas KUR tersebut untuk melakukan penyediaan Alsintan dengan bunga sebesar 3% per tahun.

Adapun, berdasarkan data penyaluran KUR Pertanian yang telah terealisasi sebesar Rp84,5 triliun dan diberikan kepada 2,1 juta debitur dengan NPL yang relatif rendah sebesar 0,82% dan posisi outstanding sebesar Rp120,5 triliun per September 2022.

Lebih lanjut, penyaluran KUR hingga 30 September 2022 tercatat telah disalurkan kepada 5,65 juta debitur dengan realisasi sebesar Rp270,59 triliun atau 72,51% dari target sebesar Rp373,17 triliun.

Kemudian, total outstanding KUR hingga 30 September 2022 telah mencapai sebesar Rp442 triliun dan telah diberikan kepada 37,82 juta debitur, dengan Non-Performing Loan (NPL) pada bulan Agustus 2022 sebesar 1,27%.

Oleh karena itu, peningkatan penyaluran KUR Alsintan diharapkan mampu menghadapi ancaman perubahan iklim dan dinamika geopolitik global yang berdampak pada krisis pangan, krisis energi, dan krisis finansial yang terjadi pada saat ini. (*) Khoirifa

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

7 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

9 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

9 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

10 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

10 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

10 hours ago