Keuangan

Tingkatkan Inklusi, AdaKami Terus Kembangkan Inovasi Teknologi

Jakarta – Perusahaan Fintech P2P Lending, PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi digital dalam menghadirkan akses layanan keuangan berkualitas bagi nasabahnya.

CEO AdaKami Bernardino Moningka Vega mengatakan, inovasi merupakan nafas dari perusahaan yang bergerak di teknologi keuangan (financial technology). 

Menurutnya, melalui pelbagai inovasi yang ada, perusahaan-perusahaan fintech, khususnya peer to peer lending di Indonesia, bisa terus hadir dan bertumbuh demi mempermudah pemenuhan kebutuhan pembiayaan masyarakat lewat akses pendanaan non-perbankan yang berkualitas.

Ia mengatakan, sebagai perusahaan P2P Lending lokal yang hadir membantu penyediaan akses keuangan berkualitas, khususnya bagi masyarakat unbanked dan underserved, AdaKami memanfaatkan teknologi informasi big data dan AI sebagai landasan inovasi demi menciptakan layanan yang aman, cepat, tepat, dan optimal.

Baca juga : Waspada! Marak Penipuan Online Lewat LinkedIn Catut Pinjol AdaKami 

Salah satunya, pemanfaatan teknologi autentikasi biometrik untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan data pada saat nasabah melakukan pengajuan pendanaan. 

Selain itu, pemanfaatan teknologi juga bisa membantu mempercepat proses verifikasi dan pengambilan keputusan terhadap pengajuan dari nasabah.

“Hal inilah yang terus kami lakukan di AdaKami. Kami ingin bisa menjangkau dan membantu lebih banyak lagi masyarakat yang membutuhkan pendanaan cepat dan berkualitas demi terwujudnya peningkatan inklusi keuangan di Indonesia,” katanya, dikutip Kamis, 29 Februari 2024.

Tidak hanya inklusi keuangan, kata dia, AdaKami juga aktif mengambil peran dalam meningkatkan literasi keuangan di Indonesia lewat serangkaian program edukasi masyarakat. 

Baca juga : Begini Cara OJK Tingkatkan Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan

“Lewat kegiatan ini, AdaKami bisa berperan dalam meningkatkan pemahaman terkait manfaat dan tantangan yang ada di industri fintech peer to peer lending sehingga masyarakat bisa lebih bijak secara finansial dan teknologi,” jelasnya.

Sepanjang tahun lalu, Adakami telah melakukan sedikitnya 32 aktivitas edukasi dan sosialisasi.  Dalam melakukan edukasi kepada masyarakat, AdaKami juga secara aktif  memanfaatkan beragam teknologi hasil inovasi. 

Salah satunya adalah pemanfaatan media sosial. Edukasi lewat media sosial dilakukan dengan mengunggah konten, mengadakan sesi interaktif lewat IG live, dan kegiatan lainnya. 

Ada pula kegiatan edukasi yang dilakukan lewat media cetak, online, radio talkshow dan aktivitas tatap muka di berbagai universitas di Indonesia

Inovasi Berbuah Manis

Menariknya, inovasi dan pemanfaatan teknologi yang dilakukan AdaKami berbuah manis. Hal ini terbukti dengan penghargaan Indonesia’s Top 20 Digital Financial Brands Award 2024 kategori Financial Technology (Fintech) atas eksistensinya dalam mengadopsi dan menerapkan inovasi teknologi dan digital, khususnya dalam upaya mempermudah penyediaan layanan keuangan berkualitas bagi masyarakat.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Indonesia Business Innovation Forum 2024 yang dirangkai dengan acara penganugerahan penghargaan dengan Tema Indonesia’s Digital Financial Brands Award 2024 (5th Anniversary) dan Indonesia’s Home- Grown Consumer Brands Award 2024 (4th Anniversary). 

Penghargaan ini juga ditujukan bagi perusahaan atau institusi yang turut melakukan inovasi di ranah marketing dan digital di Indonesia. 

“Penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi dan penguat bagi kami untuk bisa terus berinovasi dan memanfaatkan inovasi-inovasi yang ada guna menghadirkan akses keuangan berkualitas bagi masyarakat sehingga bisa mewujudkan mimpi-mimpinya,” pungkasnya.

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

17 mins ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

6 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

7 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

8 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

9 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

12 hours ago