News Update

Tingkatkan Efisiensi, Danamon Gandeng ALFI

Jakarta– PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) dan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) baru saja melakukan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding atau MOU) dalam hal implementasi layanan keuangan untuk segenap anggota asosiasi.

Kerjasama Bank Danamon dengan ALFI menjadi satu inisiatif penting bagi kedua belah pihak, dimana ALFI akan membukakan peluang akses ke sekitar 3.800-an lebih anggota perusahaan logistik dan forwarder di seluruh Indonesia. Di sisi lain, Bank Danamon menjadi salah satu mitra penyedia solusi keuangan terintegrasi untuk menunjang bisnis anggota ALFI.

“Kerjasama dengan ALFI menjadi satu langkah penting bagi kami dalam memperkuat eksistensi di segmen logistik dan pelayaran. Solusi teknologi yang kami miliki saat ini akan mendukung ALFI dan anggotanya dalam menciptakan ekosistem aktivitas terkait pelabuhan yang lebih efektif dan efisien,” kata Mary James, Chief Information Officer Bank Danamon melalui keterangan resminya di Jakarta, Selasa 5 Februari 2019.

Kolaborasi dengan ALFI adalah langkah yang diambil Bank Danamon yang sebelumnya juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS), anak perusahaan TELKOM-Pelindo 2 (IPC) dalam hal implementasi layanan MyCargo.

Pengguna utama dari aplikasi tersebut adalah para perusahaan yang terlibat dalam ekosistem pendukung perkapalan, termasuk anggota dari ALFI. Bank Danamon dalam hal ini memberikan solusi pembayaran yang terintegrasi dengan MyCargo secara host to host, sehingga memudahkan pengguna (consignee) yaitu perusahaan Freight Forwarder dan Logistik untuk melakukan pembayaran DO (Delivery Order) secara real time ke perusahaan pelayaran melalui aplikasi.

Hal ini akan menghilangkan pembayaran manual dan antri di loket. Aplikasi tersebut juga akan membantu dalam pengelolaan truk, pembayaran ke depo, serta solusi lainnya yang dibutuhkan di masa mendatang.
Dengan dukungan dari ALFI, diharapkan dalam masa-masa mendatang akan membuka peluang juga bagi Bank Danamon untuk melayani transaksi di berbagai terminal atau pelabuhan yang ada di Indonesia.

Inisiatif ini adalah wujud komitmen Bank Danamon dalam mendukung pertumbuhan bisnis di ekosistem pelabuhan, yang sebelumnya telah menyediakan solusi pembiayaan Leasing Syariah berakad Ijarah Muntahiyya Bit Tamlik (IMBT).

Layanan ini disediakan bagi nasabah yang membutuhkan pendanaan investasi maupun modal kerja dalam ekspansi bisnis. Leasing Syariah IMBT adalah pembiayaan sewa beli berdasarkan prinsip syariah yang diakhiri dengan perpindahan kepemilikan aset kepada nasabah di akhir masa pembiayaan.

Melalui akad Leasing Syariah IMBT, tersedia pembiayaan leasing dengan prinsip syariah yang lebih kompetitif sekaligus menjaga pengelolaan rasio keuangan nasabah. Leasing Syariah IMBT juga lebih menguntungkan karena nasabah hanya membayar biaya sewa sebagai biaya operasional, dimana pada akhir periode dapat memiliki aset tersebut.

Solusi ini cocok bagi perusahaan-perusahaan forwarder yang ingin mengembangkan bisnisnya dengan menambah gudang atau truk-truk untuk melayani perpindahan barang.(*)

Suheriadi

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

6 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

6 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

6 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

6 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

10 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

13 hours ago