News Update

Tingkat Bunga Penjaminan LPS Turun 25 Bps

Jakarta — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah melakukan evaluasi tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas) di bank umum serta untuk simpanan dalam rupiah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Dalam evaluasi tersebut, tingkat bunga penjaminan untuk periode 3 November 2017 sampai dengan Januari 2018 untuk simpanan dalam rupiah di bank umum dan BPR turun sebesar 25 bps, sedangkan tingkat bunga penjaminan untuk simpanan valuta asing tetap.

“Adapun rinciannya, tingkat bunga penjaminan bank umum dalam bentuk rupiah 5,75 persen, dan valas 0,75 persen. Sedangkan untuk tingkat suku bunga BPR 8,25%l persen,” kata Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah di Jakarta, Kamis, 2 November 2017.

Penurunan Tingkat Bunga Penjaminan simpanan dalam Rupiah di Bank Umum dan BPR kata Halim dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai hal, terutama perkembangan suku bunga simpanan bank benchmark LPS yang menunjukkan adanya penurunan. Serta adanya pelonggaran kebijakan moneter oleh Bank Indonesia (BI) yang merespon rendahnya realisasi dan prospek inflasi serta untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Sementara itu stabilitas sistem keuangan berada dalam kondisi yang stabil dan terpelihara dengan baik.

Sesuai ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi Tingkat Bunga Penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin.

“Berkenaan dengan hal tersebut, bank diharuskan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai Tingkat Bunga Penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan,” jelas Halim. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Dwitya Putra

Recent Posts

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

2 hours ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

2 hours ago

Bos BTN Laporkan Penurunan NPL Konstruksi di Bawah 10 Persen

Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More

3 hours ago

IHSG Berbalik Ditutup Menguat 0,39 Persen, Mayoritas Sektor Hijau

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More

3 hours ago

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

4 hours ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

4 hours ago