News Update

Tingginya Tingkat Kecemasan Masyarakat Akan Covid-19

Jakarta – Lembaga Riset CESPELS (Center for Social, Political, Economic and Law Studies) menggelar survei tentang pandangan masyarakat terkait Covid-19, penanganan pemerintah dan dampak sosial ekonominya. Melibatkan 1053 responden, salah satu temuan survei ini adalah tingkat kecemasan masyarakat yang cenderung tinggi di tengah pandemi Covid-19.

Survei yang melibatkan 34 provinsi di Indonesia ini menyebutkan bahwa tingkat kecemasan masyarakat yang cukup tinggi, tercermin dari temuan bahwa mayoritas responden merasa cemas (54,4%) dan sangat cemas (35,6%) akibat Covid-19. Selain itu, mayoritas responden (51%) juga merasa lingkungan sekitarnya kurang aman.

Di saat yang sama, bekerja di rumah dan belajar di rumah juga telah membuat masyarakat tidak nyaman. Hal ini tercermin dari sebanyak 50% responden yang merasa tidak nyaman dan sebanyak 13,2 % merasa sangat tidak nyaman belajar dan bekerja di rumah.

Menanggapi hal ini, Ubedilah Badrun, Direktur Eksekutif Cespels menyatakan bahwa masyarakat sedang mengalami tekanan stress yang cukup tinggi akibat kecemasan di liar rumah dan ketidaknyamanan di dalam rumah.

“Secara sosial masyarakat sedang mengalami tingkat stress yang cukup tinggi karena lingkungan di luar rumah tidak aman dan lingkungan di dalam rumah belajar dan bekerja dari rumah tidak nyaman,” ujarnya pada webinar diskusi di Jakarta, Senin, 11 Mei 2020.

Lebih jauh, Ubedilah mengungkapkan perlunya intervensi kebijakan pemerintah untuk mengurangi kecemasan dan ketidaknyamanan masyarakat. Kebijakan tersebut dapat berupa internet gratis bagi masyarakat, atau program belajar dari rumah yang baru dan terstruktur dari pemerintah. (*) Evan Yulian Philaret

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

2 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

3 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

3 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

3 hours ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

3 hours ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

6 hours ago