Keuangan

Tindaki Fintech Ilegal, Menkominfo: Tiap Hari Kami Lakukan Pemblokiran

Jakarta – Maraknya Fintech Peer-To-Peer Lending atau pinjaman online yang tidak terdaftar di OJK (ilegal) membuat masyarakat resah. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pun menyebut, pihaknya terus melakukan pemblokiran website dan aplikasi pinjaman online ilegal tersebut secara rutin.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara di Jakarta, Selasa, 26 Februari 2019, setiap hari ada banyak website dan aplikasi pinjaman online ilegal yang diblokir oleh Kemenkominfo. Hal ini dilakukan tak lain untuk mencegah maraknya peredaran pinjaman online ilegal tersebut.

“Saya enggak hapal berapa banyaknya. Tapi banyak tiap hari ada (diblokir). Kami akan jalan terus,” ujar Rudiantara.

Di sisi lain, kata dia, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan OJK sebagai regulator di jasa keuangan. Dirinya mengungkapkan, koordinasi yang dilakukan tersebut seperti memberi masukan kepada OJK terkait dengan website dan aplikasi pinjaman online yang dicurigai bodong.

“Saya koordinasi juga dengan pak Wimboh (Ketua OJK). Karena ini kan kebijakan saya dengan pak Wimboh. Saya katakan ini kami akan melakukan begini-begini. Pak Wimboh katakan jalan terus,” tegasnya.

Menurutnya, selama ini banyak masyarakat yang kurang teredukasi terkait dengan fintech-fintech ilegal. Untuk itu, dirinya juga mengingatkan, agar masyarakat dapat memilih mana fintech yang sudah terdaftar dan mana yang belum terdaftar di OJK. Masyarakat perlu dilakukan edukasi mengenai hal ini.

“Karena kalau menunggu laporan dari masyarakat prosesnya lama, ini kalo lama ada kemungkinan masyarakat yang tidak tahu itu aplikasi (bodong). Nah itu yang kita hindari,” ucap Rudiantara.

OJK melalui Satgas Waspada Investasi sendiri telah menghentikan atau memblokir kegiatan 231 Fintech P2P Lending yang tidak terdaftar atau memiliki izin. Pihaknya juga telah melakukan upaya pencegahan dan penanganan yang sangat tegas terhadap Fintech ilegal itu. Salah satunya dengan mengumumkan Fintech ilegal kepada masyarakat.

Saat ini banyak entitas Fintech Peer-To-Peer Lending yang melakukan kegiatan melalui aplikasi yang terdapat di Appstore atau Playstore, bahkan juga di sosial media yang tidak terdaftar dan tidak berizin dari OJK sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 sehingga berpotensi merugikan masyarakat.

Selain itu Satgas Waspada Investasi juga terus mengajukan pemblokiran website dan aplikasi secara rutin kepada Kemenkominfo. Satgas juga terus memutus akses keuangan dari Fintech Peer-To-Peer Lending ilegal. Pihaknya juga menyampaikan laporan informasi kepada Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum.

“Ada 231 fintech ilegal yang kami sudah hentikan dan blokir aplikasi di Playstore dan website. Gak menutup kemungkinan jumlah ini akan bertambah. Kita terus monitoring. Masyarakat harusnya bisa pilah yang legal dan ilegal,” ujar Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing beberapa waktu lalu. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Biar Nggak Tekor, Ini Cara Atur THR dan Jaga Kesehatan saat Lebaran

Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More

6 hours ago

BI Tetap Siaga di Pasar Jaga Rupiah selama Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri

Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More

8 hours ago

Dampak Perang Timur Tengah, BI Tarik Sinyal Penurunan Suku Bunga

Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More

9 hours ago

BSN Jalin Kerja Sama dengan Ekosistem Properti Syariah Indonesia

Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More

9 hours ago

Porsi Pembiayaan Meningkat, Maybank Indonesia Perkuat Pembiayaan SME Syariah

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More

11 hours ago

Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri, Tarif LRT Jabodebek Dipatok Maksimal Rp10.000

Poin Penting PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama… Read More

11 hours ago