Tokoh

Angkat Disertasi Hak Kreditor Konkuren, Timotius Tumbur Simbolon Raih Gelar Doktor

Jakarta – Advokat dan Penasihat Hukum, Timotius Tumbur Simbolon melangsungkan sidang ujian terbuka promosi doktor program studi hukum program doktor di Universitas Kristen Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat, 20 September 2024.

Pada sidang ujian terbuka promosi doktor Promovendus Timotius tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UKI, Prof. Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., MBA. dan didampingi oleh beberapa dewan penguji.

Karya tulis ilmiah disertasi yang disusun oleh Promovendus Timotius mengangkat tema ‘Rekonstruksi Hak Kreditor Konkuren Dalam Hukum Kepailitan Dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Untuk Menyeimbangkan Hak Kreditor’.

Dalam sidang tersebut, Promovendus Timotius menjelaskan terdapat tiga tujuan dalam karya tulis ilmiah disertasi sebagai salah satu syarat untuk meraih gelar doktor. Salah satunya adalah menganalisis dan menguraikan hak Kreditor Konkuren dalam Undang-Undang Kepailitan dan PKPU yang tidak patut ditentukan Hakim Pengawas.

Baca juga : Bank Sentral Pangkas Suku Bunga, Saham TUGU Kian Bergeliat

“Lalu, menganalisis dan menjelaskan adanya peringkat utang untuk memperoleh harta pailit yang mengakibatkan kerugian bagi Kreditor Konkuren,” ucap Timotius dalam sidangnya di Jakarta, 20 September 2024.

Kemudian, tujuan yang ketiga menganalisis dan menemukan paradigma baru bagi Para Kreditor di dalam Undang-Undang Kepailitan dan PKPU dalam rangka pembangunan hukum.

Di mana, kegunaan praktis dari penelitian tersebut, bagi kreditor yang melakukan transaksi dengan debitor berupa barang, uang, dan atau jasa, melalui hasil penelitian ini ditemukan paradigma baru sebagai novelty untuk melindungi dan menjamin pembayaran kepada kreditor konkuren secara memuaskan.

Baca juga : Jos! BRI Cetak Kredit Sektor Berkelanjutan Tembus Rp793,6 Triliun

Sementara, bagi lembaga pembuat kebijakan yang berkompeten, yaitu Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan untuk perubahan Undang-Undang Kepailitan dan PKPU di Indonesia dan menuju unifikasi internasional.

Pemimpin sidang ujian terbuka promosi doktor memutuskan bahwa Promovendus Timotius Tumbur Simblolon secara resmi telah lulus Sidang Terbuka Promosi Doktor dengan indeks prestasi kumulatif 3,96 dan meraih predikat cum laude.

Adapun, dewan penguji yang hadir dalam sidang hari ini, antara lain, Prof. Dr. M.S. Tumanggor, S.H., M.Si, Prof. Dr. H. Tan Kamello, S.H., M.Si., FCB.Arb, Dr. Aartje Tehupeiory, S.H., M.H. Dr. Bernard Nainggolan, S.H., M.H, Dr. Wiwik Sri Widiarty, S.H., M.H, dan Dr. Maruarar Siahaan, S.H. (*)

Editor : Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Wamen Bima Arya Tegaskan Aturan Main WFH ASN, Pelayanan Publik Tak Boleh Kendur

Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More

46 mins ago

OJK dan BEI Terapkan Kebijakan HSC, Berikut Penjelasannya

Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More

3 hours ago

Dapat Restu Prabowo, Purbaya Mau Caplok dan Ubah PNM jadi Bank UMKM

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More

3 hours ago

Rawan Kejahatan Siber, CIMB Niaga Perkuat Keamanan OCTO Biz dengan Sistem Berlapis

Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More

4 hours ago

Permudah Akses Investasi, KB Bank Syariah Hadirkan Deposito iB Online

Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More

4 hours ago

Purbaya Lapor APBN Tekor Rp240,1 Triliun di Kuartal I 2026

Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More

4 hours ago