Poin Penting
- FIFA Series 2026 menjadi momentum Timnas Indonesia untuk memperbaiki ranking FIFA sekaligus mendorong aktivitas ekonomi berbasis event.
- Keterlibatan tim lintas konfederasi membuka peluang ekspansi sektor perbankan melalui transaksi internasional dan sport tourism.
- Penjualan tiket dan lonjakan konsumsi selama turnamen memperkuat ekosistem pembayaran digital dan inklusi keuangan.
Jakarta – Ajang Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 tak hanya menjadi panggung peningkatan prestasi sepak bola nasional, tetapi juga membuka peluang perputaran ekonomi yang signifikan bagi sektor perbankan dan keuangan.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan turnamen berstatus resmi ini menjadi momentum krusial untuk memperbaiki posisi Indonesia di ranking FIFA sekaligus mendorong aktivitas ekonomi berbasis event.
Timnas Indonesia dan Efek Multiplikasi Ekonomi
FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 27–30 Maret berstatus FIFA Grade A, sehingga berdampak langsung terhadap perolehan poin ranking dunia Indonesia yang saat ini berada di posisi ke-121.
“FIFA Series ini memberi tantangan yang benar-benar berbeda bagi Timnas Indonesia. Kita menghadapi tim dari kawasan Karibia dan Eropa dengan karakter permainan yang berbeda. Ini kesempatan besar bagi pemain dan juga publik untuk melihat standar sepak bola dunia,” ujar Erick dikutip Antara, Jumat, 27 Maret 2026.
Baca juga: Pesan Prabowo untuk Timnas Indonesia Sebelum Lawan Jepang
Dari sisi ekonomi, ajang ini memicu peningkatan transaksi digital, pembelian tiket, hingga konsumsi masyarakat di sektor transportasi dan hospitality—yang semuanya terhubung dengan layanan perbankan, mulai dari pembayaran digital hingga pembiayaan UMKM di sekitar venue.
Lawan Berbeda, Peluang Exposure Global
Sebagai tuan rumah, Timnas Indonesia akan menghadapi Saint Kitts and Nevis pada laga pembuka, serta berpotensi bertemu Bulgaria. Keikutsertaan tim dari berbagai konfederasi seperti UEFA, Concacaf, dan OFC memperluas eksposur internasional Indonesia.
Erick menilai hal ini penting untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus daya tarik Indonesia sebagai destinasi sport tourism dan investasi.
“Kita ingin publik melihat langsung bagaimana kualitas lawan dari berbagai belahan dunia. Ini penting agar kita semua memahami standar kompetisi global,” ujarnya.
Baca juga: Formalitas Fit and Proper Test Calon Komisioner OJK, Panggung Senayan yang Lucu
Eksposur global tersebut berpotensi menarik minat investor, termasuk sektor perbankan yang dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperluas layanan lintas negara, seperti remitansi, valuta asing, dan kerja sama internasional.
Profil Saint Kitts and Nevis: Ujian Awal Timnas Indonesia
Saint Kitts and Nevis merupakan negara Karibia yang saat ini berada di peringkat 154 FIFA. Meski secara peringkat berada di bawah Timnas Indonesia, tim ini memiliki pengalaman internasional yang cukup, termasuk tampil di Piala Emas Concacaf 2023.
Pelatih mereka, Marcelo Augusto Silva Serrano, menegaskan timnya siap menghadapi tekanan suporter tuan rumah.
“Kami punya pemain yang bermain di liga-liga Eropa dan terbiasa tampil di stadion dengan 20 ribu hingga 70 ribu penonton,” ujar Serrano.
Ia juga menekankan pendekatan berbeda dalam sepak bola.
“Kami tidak melihat angka terlebih dahulu. Angka hanyalah persamaan matematika. Kami melihat manusianya,” katanya.
Baca juga: Nilai Pasar Timnas Indonesia Tertinggi di ASEAN, Masih Jauh dari Jepang
Sementara pemain mereka, Julani Archibald, menegaskan ambisi timnya.
“Kami datang ke sini untuk merusak pesta. Kami tidak peduli berapa banyak orang di tribun,” ujar Archibald.
Tiket dan Transaksi Digital Dorong Perbankan
Penjualan tiket FIFA Series 2026 yang dimulai dari Rp150 ribu hingga Rp1,5 juta turut menjadi katalis peningkatan transaksi perbankan digital. Penjualan dilakukan melalui kanal resmi seperti Livin Mandiri dan platform daring lainnya, yang memperkuat ekosistem pembayaran non-tunai.
Selain itu, larangan pembelian melalui calo mendorong masyarakat bertransaksi melalui kanal resmi, sehingga meningkatkan inklusi keuangan sekaligus keamanan transaksi.
Dengan ribuan penonton yang hadir, sektor perbankan juga diuntungkan dari peningkatan penggunaan kartu debit, kredit, hingga QRIS di area stadion dan sekitarnya.
Baca juga: Perbandingan Nilai Pasar Pemain Timnas Indonesia dan Jepang, Siapa Paling Mahal?
Momentum Strategis Timnas Indonesia
FIFA Series 2026 menjadi lebih dari sekadar ajang olahraga bagi Timnas Indonesia. Turnamen ini menciptakan efek berganda terhadap ekonomi, mulai dari peningkatan konsumsi hingga penguatan layanan keuangan digital.
Erick berharap ajang ini menjadi langkah awal bagi Indonesia untuk terus memperbaiki posisi di ranking dunia sekaligus memperkuat fondasi menuju kompetisi internasional berikutnya. (*)
Editor: Yulian Saputra









