Ekonomi dan Bisnis

Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi, Infrastruktur Sudah 60%

Jakarta – Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 20 Oktober 2017, akan memasuki usia tiga tahun. Dalam tiga tahun ini, Jokowi mulai melihat sejumlah proyek infrastruktur mulai mendekati rampung bahkan sudah akan mencapai 60 persen dari target keseluruhan.

“Kalau melihat sisi kayak infrastruktur, itu sudah mendekati 60 persen nanti akan kelihatan akhir tahun ini berapa jalan yang sudah selesai atau paling kelihatan sekali ya tahun depan akan kelihatan sekali,” ujar Jokowi seperti dikutip dari laman Setkab, Jakarta, Selasa, 17 Oktober 2017.

Ritme kerja Pemerintahan Jokowi memang begitu padat dengan kerapnya melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah untuk meninjau langsung jalannya proyek-proyek infrastruktur, di samping untuk memastikan sejumlah program kerja berjalan dan diterapkan sesuai target dan sasaran.

Dia mengungkapkan, di tahun ini sebagai tahun percepatan, proses yang telah berjalan sejatinya untuk mengubah paradigma pembangunan yang semula cenderung Jawa Sentris menjadi Indonesia Sentris. Hal ini tercermin pada sejumlah proyek infrastruktur yang tengah dikerjakan di berbagai daerah.

Ia mencontohkan proyek infrastruktur yang tersebar banyak di berbagai daerah misalnya di Kalimantan ada 24 proyek infrastruktur, di Sulawesi ada 27, kemudian di Maluku dan Papua ada sekitar 13 proyek baik berupa bendungan, pelabuhan, bandara, pembangkit listrik, dan berbagai proyek lain.

Dia meyakini proyek-proyek tersebut baru akan dirasakan hasilnya pada tahun depan yang sekaligus menunjukkan pemerataan pembangunan mulai terjadi. “Kelihatan sekali akan tahun depan artinya pemerataan pembangunan akan mulai kelihatan, mungkin tahun depan ya 80 persen,” ucapnya.

Namun demikian, sejauh ini masih adanya hambatan dalam mendorong pemerataan infrastruktur. Salah satunya terkait dengan pembebasan lahan. Menurutnya, pembebasan lahan masih jadi persoalan di lapangan meski masalah tersebut tidak sebanyak pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kedua terlalu banyaknya regulasi terlalu banyak peraturan entah UU, entah PP, entah Perpres, entah Permen, entah Perda, entah Pergub, entah Perwali, entah Perbupati itu yang ruwet sehingga birokrasi kita tidak bisa bergerak cepat,” ungkap Presiden.

Peraturan tersebut, kata dia, ada yang tumpah tindih dan lain-lain, padahal pada intinya Presiden Jokowi menginginkan agar regulasi tersebut justru bisa mempercepat dan mempermudah dalam melakukan sesuatu, seperti mengambil keputusan dan cepat bertindak.

“Karena perubahan global kan cepat sekali kalau kita tidak bisa mengikuti perubahan seperti itu gara-gara peraturan yang kita buat sendiri kan lucu sekali,” tutup Presiden. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Jelang Idul Fitri, PGE Jaga Pasokan Listrik Nasional Tetap Stabil

Poin Penting PGE memastikan operasional pembangkit panas bumi tetap optimal selama periode mudik Idul Fitri… Read More

3 hours ago

Tugu Insurance Siaga 24 Jam, Dukung Perjalanan Mudik Aman dan Nyaman

Poin Penting Tugu Insurance menghadirkan layanan darurat t rex (derek/gendong) untuk membantu pemudik di berbagai… Read More

8 hours ago

Bank Sentral Global Menghadapi Ekspektasi yang Lebih Tinggi: Ke Mana Arah BI-Rate?

Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM tayangan https://www.omfif.org/2026/03… Read More

9 hours ago

Jangan Asal Berangkat, Ini 6 Tip Mudik Lebaran agar Aman dan Nyaman

Poin Penting Sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan mudik Lebaran, dengan mobil pribadi mendominasi hingga 76,24… Read More

11 hours ago

Transaksi ZISWAF BSI Tembus Rp30 Miliar di Ramadhan 2026, Naik 2 Kali Lipat

Poin Penting Transaksi ZISWAF BSI selama Ramadan 2026 mencapai Rp30 miliar, naik hampir dua kali… Read More

12 hours ago

Konflik Timur Tengah dan Risiko Harga Minyak Global, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia

Poin Penting Ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total ekspor, sehingga dampak… Read More

13 hours ago