News Update

Tiga Multifinance Group Astra Telah Restrukturisasi Pembiayaan Rp22 Triliun

Jakarta – Pandemi COVID-19 membawa dampak signifikan terhadap industri otomotif. Dampak paling terasa terlihat pada bulan April ketika penjualan kendaraan roda empat hanya 7.871 unit, jauh di bawah penjualan April 2019 yang sebesar 84.056 unit.

Menurut Suparno Djasmin, Director in Charge Astra Financial, Director Astra Internasional Tbk, kebijakan pengetatan mobilitas yang membawa dampak kepada penjualan otomotif juga diikuti sektor ikutannya seperti pembiayaan dan asuransi.

“Pembiayaan otomotif April menurun 40% dibanding bulan Maret, dan menurun 60% dibandingkan kondisi normal,” ujarnya pada acara Virtual Sharing Session dengan pemimpin redaksi media massa, 20 Mei 2020.

Grup Astra menyambut baik kebijakan restrukturisasi yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membantu debitur yang tidak mampu membayar.

“Tetapi sesuai kebijakan OJK yang masih mampu membayar tetap membayar, supaya kami tetap berani membiayai, supaya kendaraan tetap ada yang membeli, pabrik tetap jalan, dan karyawan bisa terus bekerja,” jelas Suparno.

Di tengah pandemi COVID-19, perusahaan pembiayaan di grup Astra terus melakukan pembiayaan bagi orang yang ingin membeli kendaraan. Sedangkan nilai restrukturisasi tiga perusahaan multifinance dalam grup Astra sudah mencapai Rp22 triliun yang terdiri dari 793.000 akun nasabah, atau 42% dari nilai restrukturisasi pembiayaan di industri multifinance per 17 Mei yang sebesar Rp52,9 triliun yang terdiri dari 1,79 juta akun.

Tiga perusahaan multifinance tersebut adalah Astra Credit Company yang merestrukturisasi pembiayaan Rp10,3 triliun, Toyota Astra Financial Service yang mereleksasi pembiayaan senilai Rp4,5 triliun, dan FIFGroup yang sudah merestrukturisasi pembiayaan sebesar Rp6,66 triliun. (Karnoto Mohamad)

Dwitya Putra

Recent Posts

Pangsa Kredit UMKM Terus Menyusut, Program Pemerintah Jadi Peluang Tumbuh

Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More

18 mins ago

Sisi Lain Demam AI

Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More

1 hour ago

Industri Melambat, Begini Jurus ACA Jaga Pertumbuhan Premi

Poin Penting Sepanjang 2025, ACA membukukan premi sekitar Rp6 triliun, melonjak tajam dibandingkan lima-enam tahun… Read More

2 hours ago

Moody’s Turunkan Outlook Indonesia, BI Tegaskan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More

8 hours ago

Bantah Terkait Dugaan Kasus Pidana Pasar Modal, Berikut Klarifikasi Lengkap BUVA

Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More

8 hours ago

Ekonomi RI Tumbuh 5,11 Persen, Celios: Dari Mana Sumber Pertumbuhannya?

Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More

9 hours ago