Keuangan

Tiga Lini Bisnis Ini Dominasi Premi Asuransi Umum di Kuartal I 2025

Jakarta – Industri asuransi umum mencatat pertumbuhan premi yang relatif stagnan pada kuartal I 2025, yakni hanya naik tipis 0,3 persen secara tahunan menjadi Rp30,5 triliun. Namun demikian, struktur pangsa pasar masih mencerminkan dominasi dari tiga lini utama, yakni asuransi harta benda, kendaraan bermotor, dan asuransi kredit.

Wakil Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Bidang Statistik & Riset, Trinita Situmeang, mengatakan bahwa perolehan premi masih sangat bergantung pada dua sektor besar, yaitu harta benda dan kendaraan bermotor, yang secara kolektif menyumbang 43,2 persen dari total premi industri.

Menurutnya, asuransi harta benda kembali menjadi penyumbang terbesar dengan perolehan premi mencapai Rp7,8 triliun pada kuartal I 2025.

“Pangsa pasar industri masih sangat dipengaruhi oleh asuransi harta benda dan kendaraan bermotor. Meskipun besar, asuransi harta benda justru mencatat kontraksi yang cukup dalam sebesar 14,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu,” jelas Trinita dalam Konferensi Pers Kinerja Industri Asuransi Umum Kuartal I 2025 di Jakarta, Jumat (13/6).

Baca juga: Premi Asuransi Umum Naik Tipis 0,3 Persen Jadi Rp30,5 Triliun di Kuartal I 2025

Asuransi kendaraan bermotor menempati posisi kedua dengan total premi sebesar Rp5,2 triliun. Namun, lini usaha ini juga mencatatkan perlambatan dengan penurunan 5,3 persen secara year-on-year. Trinita menilai pelemahan sektor otomotif dan daya beli masyarakat yang masih lemah menjadi faktor penyebabnya.

Berbeda dari dua lini sebelumnya, asuransi kredit justru mengalami sedikit pertumbuhan. Pada kuartal I 2025, total premi yang dibukukan mencapai Rp3,9 triliun atau tumbuh tipis 0,3 persen secara tahunan. Trinita menyebutkan bahwa sektor ini masih cukup resilien di tengah tekanan ekonomi.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Dana Rp1 Triliun untuk Asuransi Parametrik

“Asuransi kredit masih menunjukkan tren positif, meskipun pertumbuhannya tidak besar. Ini mencerminkan masih adanya aktivitas pembiayaan yang membutuhkan perlindungan,” imbuh Trinita.

Selain itu, asuransi kesehatan juga menunjukkan peran signifikan dalam struktur premi industri dengan pangsa pasar sebesar 12,2 persen, hanya terpaut sedikit dari asuransi kredit di angka 13,3 persen. (*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Nasib Rupiah setelah Libur Lebaran di Tengah Perang dan Fiskal yang Bak di Tepi Jurang

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group LIBUR Lebaran tahun ini mungkin terasa… Read More

3 hours ago

Biar Nggak Tekor, Ini Cara Atur THR dan Jaga Kesehatan saat Lebaran

Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More

11 hours ago

BI Tetap Siaga di Pasar Jaga Rupiah selama Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri

Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More

14 hours ago

Dampak Perang Timur Tengah, BI Tarik Sinyal Penurunan Suku Bunga

Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More

14 hours ago

BSN Jalin Kerja Sama dengan Ekosistem Properti Syariah Indonesia

Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More

14 hours ago

Porsi Pembiayaan Meningkat, Maybank Indonesia Perkuat Pembiayaan SME Syariah

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More

16 hours ago