Jakarta – PT Asuransi Jiwasraya (Persero) (Jiwasraya) disebut masih berusaha melakukan berbagai upaya penyehatan keuangan ditengah berbagai permasalah keuangan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Pengawasan Asuransi OJK Ahmad Nasrulla usai menghadiri Insurance Outlook 2020. Dirinya bahkan menyebut saat ini Jiwasraya sudah mulai dilirik beberapa investor salah satunya investor asing.
“Yang saya tau ada beberapa investor yang ikut bidding ada 2 atau 3. Kalau lokal atau tidak kita tidak tau kapasitasnya tapi ya rasanya asing,” kata Nasrulla di Jakarta, Kamis 21 November 2019.
Dirinya menyebut, calon investor yang menunjukan ketertarikannya itu akan ikut menyehatkan perusahaan tersebut melalui anak usahanya yaitu Jiwasraya Putra.
Seperti diketahui, mengacu pada bahan paparan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPR/MPR pekan lalu, manajemen baru Jiwasraya sedang membutuhkan dana segar untuk menutup defisit likuiditas perusahaan, pasca kesalahan penempatan portofolio investasi yang dilakukan manajemen lama, di bawah pimpinan Hendrisman Rahim dan Hary Prasetyo.
Sebagai siasat demi memenuhi kebutuhan likuiditas tersebut, manajemen baru bersama Kementerian BUMN selaku pemegang saham Jiwasraya telah merancang 5 skenario penyelamatan mulai dari, pencarian investor strategis untuk Jiwasraya Putra, pembentukkan Lembaga Penjamin Polis (LPP), pembentukan holding BUMN sektor keuangan hingga merilis produk-produk asuransi dengan menggandeng perusahaan reasuransi atau financial reasuransi (Finre). (*)
Editor: Rezkiana Np
Oleh Tim Infobanknews/The Asian Post SIDANG kredit macet PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex,… Read More
Poin Penting Satgas PKH menyegel area operasional PT Mineral Trobos di Maluku Utara karena dugaan… Read More
Poin Penting PT Bank Amar Indonesia Tbk menyatakan siap memenuhi ketentuan permodalan baru jika OJK… Read More
Poin Penting AXA Mandiri menjaga stabilitas permodalan melalui pengawasan ketat terhadap rasio solvabilitas (Risk Based… Read More
Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More
Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More