Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menitik beratkan pada 3 hal yang perlu dilakukan pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan. Pernyataan ini dingkapkan Jokwi saat memberikan pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia pada sidang bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD-RI Jakarta, Selasa, 16 Agustus 2016.
Tiga fokus itu adalah, pertama, percepatan pembangunan infrastruktur. Kedua, penyiapan kapasita sproduktif dan Sumber Daya Manusia. Dan Ketiga adalah deregulasi dan debirokratisasi
Tiga langkah ini, menurutnya, menjadi langkah terobosan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, dan kesenjangan sosial.
Namun, Jokowi mengakui bahwa pembangunan infrastruktur fisik saja belum cukup, untuk itu, Indonesia harus bisa meningkatkan daya saing dalam kompetusu global. “Jangan hanya menjadi penonton dalam perlombaan ekonomi global, Indonesia harus ikut berlomba dan harus menjadi pemenang” ujarnya.
Selain itu, yang juga penting adalah perluasan akses masyarakat pada kegiatan ekonomi produktif. Caranya, dengan mendorong kemajuan dan produktifitas sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.
“Dalam dua tahun terakhir, pemerintah telah menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 22% menjadi 12% pada 2015 dan turun lagi menjadi 9% pada 2016” terang Jokowi. (*)
Poin Penting Fondasi data kuat krusial agar AI berdampak dan patuh regulasi. Standarisasi platform dan… Read More
Poin Penting Diskon iuran 50 persen JKK–JKM diberikan pemerintah bagi pekerja BPU sektor transportasi (ojol,… Read More
Poin Penting KADIN membuka 1.000 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai standar SPPG sebagai dukungan… Read More
Poin Penting Pemerintah masih menggunakan BBM B40 pada 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo, sambil melanjutkan… Read More
Poin Penting Skema Back to Back Loan memungkinkan nasabah memperoleh dana tunai dengan menjaminkan deposito… Read More
Poin Penting Kredit UMKM masih turun 0,64 persen per November 2025 akibat tekanan ekonomi global… Read More