News Update

Tiga Cara jitu dalam Meningkatkan Kinerja

Bank BPD Bali memperoleh predikat “Sangat Bagus” pada rating bank 2017 dari majalah Infobank. Ada tiga cara yang dilakukan Bank BPD Bali dalam memperoleh predikat “Sangat Bagus” tersebut.

Jakarta – Kinerja perbankan dari tahun ke tahun dituntut untuk meningkat, dari peningkatan kinerja ini perbankan dinilai sehat oleh regulator. Berbagai cara dilakukan perbankan untuk meningkatkan kinerja, seperti yang dilakukan Bank BPD Bali. Ada tiga cara yang dilakukan Bank BPD Bali dalam meningkatkan kinerja. Pertama, Menguatkan ketahanan kelembagaan, melalui meningkatkan kualitas pengelolaan governance, risk management dan compliance.

Kedua, Memperbaiki kualitas kredit dengan; meningkatkan kompetensi petugas kredit melalui pendidikan dan pelatihan, membentuk tim penanganan dan penyelesaian kredit, dan meningkatkan kehatian-hatian dalam menyalurkan kredit dan penyaluran kredit diprioritaskan pada kredit berisiko rendah. Ketiga, mengembangkan produk layanan yang berbasis teknologi informasi yaitu internet banking, mobile banking, dan pengembangan PHR online, SPP online, serta mempersiapkan pelaksanaan transaksi non tunai untuk pemerintah daerah dalam menyongsong Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang telah diwacanakan oleh pemerintah.

“Kami melakukan tiga cara tersebut untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Cara-cara tersebut membantu kami dalam meningkatkan perusahaan,” kata Direktur Utama Bank BPD Bali, I Made Sudja, kepada Infobank, belum lama ini.

Made sapaan akrabnya menambahkan, seperti bank lain yang menjaring Dana Pihak Ketiga (DPK) untuk penyaluran kredit kepada masyarakat, Bank BPD Bali pun memiliki target dalam mengumpulkan DPK dari masyarakat. Target DPK sampai akhir 2017 sebesar Rp17.70 triliun. Target pengumpulan DPK tahun ini meningkat sekitar 17% dari tahun 2016. Pada tahun lalu DPK yang berhasil dihimpun Bank BPD Bali sebesar Rp15,12 Triliun.

“Kami optimis akan mencapai target DPK tahun ini, karena ada beberapa strategi yang disiapkan untuk mencapai target tersebut, diantaranya; mendorong pertumbuhan DPK berbiaya murah (melaksanakan kegiatan cinta pasar dan mengadakan kerjasama dengan sekolah-sekolah, mendorong diversifikasi dana non pemda (dana korporasi), meningkatkan promosi dan aktivitas pemasaran, meningkatkan kerjasama teknologi informasi,capacity building dengan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) dan LKM, dan lain-lain” ungkapnya.

Kredit tahun ini pun ditargetkan meningkat sekitar 9% dari tahun 2016. Tahun ini target pemberian kredit Bank BPD Bali sebesar Rp17,03 triliun. Sedangkan tahun lalu kredit yang berhasil disalurkan sebesar Rp15,62 triliun. Manajemen Bank BPD Bali optimis akan mencapai target kredit yang targetkan tahun ini,karena memiliki beberapa strategi yang telah diterapkan sejak awal 2017.

Strategi tersebut antara lain; meningkatkan dan mempertahankan penyaluran kredit konsumtif sebagai captive market Bank BPD Bali, meningkatkan penyaluran kredit produktif dan KUR, meningkatkan kompetensi dan pemenuhan tenaga analis kredit produktif, dan melakukan review ketentuan dan produk perkreditan melalui penyesuaian dengan perkembangan kebijakan regulator dan persaingan pasar serta memperkuat sinergi dengan bank lain.

Dalam memenuhi target bisnis yang telah ditetapkan tahun ini, Bank BPD Bali telah mempersiapkan sistem teknologi infomasi yang handal. Upaya yang dilakukan bank kebanggaan masyarakat Bali ini antara lain; menguatkan infrastruktur dan kualitas SDM teknologi informasi dan membangun sinergi pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi.

Sementara itu, dalam pemenuhan kualitas SDM yang mumpuni, Bank BPD Bali melakukan beberapa cara untuk meningkatkan kualitas SDM, diantaranya; meningkatkan kompetensi karyawan, dan pengembangan penilaian kinerja serta menerapkan sistem SDM yang terintegrasi.

Dari beberapa strategi yang dterapkan tahun ini, diharapkan tahun depan Bank BPD Bali dapat menyandang predikat “Sangat Bagus” kembali pada rating bank 2018 versi majalah Infobank.

 

Apriyani

Recent Posts

Tumbuh 7,74 Persen, OJK Catat Kredit Perbankan November 2025 Capai Rp8.315 Triliun

Poin Penting Kredit perbankan tumbuh menguat 7,74 persen yoy pada November 2025 menjadi Rp8.315 triliun… Read More

2 mins ago

Stabilitas Sistem Keuangan RI Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Poin Penting OJK menilai stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga, meski dinamika geopolitik dan perekonomian… Read More

16 mins ago

IHSG Pagi Ini Dibuka Semringah ke Level 8.967

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,47 persen ke level 8.967,44 pada perdagangan Jumat (9/1), dengan… Read More

1 hour ago

Rupiah Dibuka Melemah, Tembus Rp16.835 per Dolar AS

Poin Penting Rupiah melemah 0,22% pada pembukaan perdagangan Kamis (9/1/2026) ke level Rp16.835 per dolar… Read More

1 hour ago

Update Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS pada Jumat, 9 Januari 2026, Ini Rincian Lengkapnya!

Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS kompak turun pada Jumat, 9 Januari 2026, masing-masing… Read More

2 hours ago

Dilema Likuiditas Nasional: Melancarkan Aliran atau Menjaga Mutu?

Oleh Setiawan Budi Utomo, Pemerhati Keuangan dan Kebijakan Publik, Dosen Tamu Pascasarjana di PTN dan… Read More

2 hours ago