Keuangan

Tiga Bulan Dipasarkan, Zurich Critical Care Sumbang 20 Persen Pendapatan Zurich Life

Poin Penting

  • Dalam tiga bulan berjalan, Zurich Critical Care menyumbang 20 persen pendapatan Zurich Life per Desember 2025, dengan premi 1,5 kali di atas ekspektasi meski belum ada klaim
  • Dianggap unggul oleh tenaga pemasar karena uang pertanggungan setara namun premi lebih murah dibanding produk sejenis
  • Menanggung 141 penyakit kritis, masa perlindungan fleksibel hingga usia 85 tahun, perpanjangan otomatis tanpa seleksi ulang.

Jakarta – PT Zurich Topas Life (Zurich Life) menyebut produk asuransi penyakit kritis Zurich Critical Care yang telah dipasarkan selama tiga bulan telah mengambil porsi pendapatan sebanyak 20 persen dari keseluruhan produk yang dimiliki pada periode Desember 2025.

Head of Propositions Zurich Life, Yohan Darmawan, mengatakan dengan capaian yang positif tersebut, pihaknya optimis produk Zurich Critical Care dapat menjadi produk yang kompetitif di industri asuransi jiwa.

“Jadi dari reaksi tenaga pemasar kita mereka sangat suka produk ini karena dan produk ini juga dianggap kompetitif. Kita sudah bandingkan juga dengan produk serupa di market untuk profil yang sama, uang pertanggungan yang sama, harga kita jauh lebih murah,” ucap Yohan kepada media di Jakarta, 27 Januari 2026.

Baca juga: Zurich Life Luncurkan Produk Asuransi Baru, Tanggung 141 Penyakit Kritis

Selama rentang waktu tersebut, Yohan menyebut belum terdapat klaim yang diajukan oleh pemegang polis. Tetapi jumlah pendapatan premi yang didapat telah melebihi ekspektasi perusahaan.

“Pendapatan preminya ya bisa dibilang 1,5 kali lipat dibanding ekspektasi kita di awal gitu,” imbuhnya.

Adapun, Yohan menyebut Zurich Critical Care menjadi salah satu produk yang menjadi andalan pada saat ini, selain dari produk Zurich Optima Health Assurance (ZOHA).

“Ada satu lagi produk yang digunakan untuk kebutuhan edukasi atau pensiun namanya ZIAP (Zurich Income Assurance Plan) baru di-launching awal tahun lalu itu juga produk andalan kita,” ujar Yohan.

Diketahui, Zurich Critical Care menawarkan sejumlah keunggulan, antara lain pilihan masa perlindungan yang fleksibel hingga 20 tahun atau sampai dengan Tertanggung berusia 85 tahun, serta dilengkapi fitur perpanjangan otomatis tanpa seleksi risiko ulang.

Baca juga: Kedatangan 11 Pemain Baru, Bagaimana Peta Persaingan Industri Asuransi Syariah 2026?

Produk ini tidak hanya memberikan perlindungan atas 141 penyakit kritis yang terdiri atas 88 penyakit kritis akhir dan 53 penyakit tahap awal, termasuk juga angioplasti atau prosedur pembukaan arteri tersumbat yang umum dilakukan pada pasien penyakit jantung koroner, serta manfaat tutup usia.

Saat ini Zurich Critical Care tersedia dalam dua pilihan Plan, yakni Plan Essential pilihan bagi nasabah yang memprioritaskan perlindungan, sementara Plan Pro menawarkan proteksi sekaligus nilai tabungan.

Keduanya dapat dipilih dengan masa pembayaran premi 3, 5, atau 10 tahun, dengan premi tetap sepanjang masa pembayaran premi. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bank Ramadan Berbagi 2026: Menguat dalam Kebersamaan, Tumbuh dengan Keberkahan

Jakarta - PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan tema “Menguat dalam Kebersamaan, Tumbuh dengan Keberkahan” di Kantor Pusat KB Bank, Jakarta,… Read More

17 mins ago

Tragedi Bantargebang Terulang, Longsor Gunungan Sampah Tewaskan 4 Orang

Poin Penting: Longsor gunungan sampah di Bantargebang menewaskan empat orang dan kembali menyoroti krisis pengelolaan… Read More

45 mins ago

Belum Mampu Rebound, IHSG Ditutup pada Level 7.337

Poin Penting IHSG ditutup melemah 3,27 persen ke level 7.337 pada perdagangan 9 Maret 2026.… Read More

49 mins ago

Panglima TNI Siaga 1: Pasukan dan Alutsista Disiapkan, Ada Apa?

Poin Penting: Status Siaga 1 TNI merupakan tingkat kesiapan tertinggi di militer yang menandakan pasukan,… Read More

57 mins ago

Harga Minyak Sempat Tembus USD100 per Barel, Purbaya Buka Suara soal APBN dan BBM

Poin Penting Pemerintah akan mengevaluasi pergerakan harga minyak dunia selama satu bulan sebelum menentukan kebijakan… Read More

1 hour ago

RUPST BNI Sepakat Tebar Dividen Rp13,02 Triliun atau 65 Persen dari Laba 2025

Poin Penting RUPST BNI menyetujui pembagian dividen Rp13,02 triliun dari laba bersih 2025. Nilai tersebut… Read More

2 hours ago