Jakarta–Kabar tidak lolosnya Muliaman D. Hadad dalam seleksi untuk menjadi Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2022 mengejutkan dan menimbulkan tanda tanya besar. Kalangan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) pun mempertanyakan tidak lolosnya Muliaman ke tahap berikutnya.
Sejumlah pengurus yang terdiri para ekonom ternama menyebut, tidak lolosnya Muliaman perlu penjelasan yang lebih detail. ”Pak Muliaman tidak lebih buruk dari calon yang lolos kalau kriterianya hanya buat makalah, rekam jejak dan penilaian masyarakat,” kata seorang pengurus ISEI yang namanya minta dirahasiakan.
Kabar tidak lolosnya Muliaman, juga mengejutkan sejumlah bankir. Satu sisi bankir merasa senang ada nama-nama dari industri masuk sebagai calon DK OJK ke depan, tapi tidak diloloskannya Muliaman dan 4 anggota DK OJK lainnya, sepertinya menilai Lembaga OJK dinilai gagal dalam pengawasan. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More