Ilustrasi - Pasar modal Indonesia. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Thomas Djiwandono resmi terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri pada 13 Januari 2026. Lalu, apa dampak pemilihan keponakan Presiden Prabowo Subianto bagi pasar saham Indonesia?
Founder Stocknow.id, Hendra Wardana, menilai dalam jangka pendek, sentimen terpilihnya Thomas Djiwandono jadi deputi gubernur BI cenderung netral hingga positif, karena proses uji kelayakan dan kepatutan dinilai berjalan sesuai mekanisme institusional.
Tidak hanya itu, lanjut Hendra, pasar juga melihat adanya kesinambungan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang dibutuhkan di tengah tantangan ekonomi global.
Baca juga: Rupiah Diproyeksi Menguat Terbatas, Investor Timbang Faktor Thomas Jadi DG BI
“Meski demikian, investor tetap mencermati komitmen BI dalam menjaga independensi kebijakan moneter, khususnya dalam pengendalian inflasi dan stabilitas nilai tukar,” ucap Hendra dalam keterangannya dikutip, 27 Januari 2026.
Hendra menjelaskan kekhawatiran pasar sebelumnya sempat tercermin dari pelemahan nilai tukar rupiah yang cukup dalam ketika pencalonan deputi gubernur BI mencuat, di mana nilai tukar sempat mendekati Rp16.900 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pelemahan tersebut mencerminkan respons awal pasar terhadap isu independensi bank sentral. Namun, penguatan rupiah kembali ke level Rp16.782 menunjukkan bahwa kekhawatiran tersebut mulai mereda.
Ke depannya, stabilitas rupiah akan menjadi faktor kunci bagi arah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), terutama dalam meredam tekanan jual investor asing.
“Selama nilai tukar bergerak stabil dan komunikasi kebijakan BI tetap kredibel, ruang penguatan IHSG masih terbuka dengan dukungan saham-saham berkapitalisasi besar,” imbuhnya.
Namun, jika kembali muncul persepsi negatif terkait independensi kebijakan moneter, volatilitas rupiah dan tekanan terhadap IHSG masih berpotensi berlanjut.
Saat ini pasar berada pada fase menunggu konfirmasi lanjutan sebelum menentukan arah pergerakan yang lebih tegas.
Meski demikian, hingga perdagangan sesi I hari ini, IHSG masih bergerak melemah 0,60 persen ke level 8.921,66, turun dari posisi pembukaan di 8.975,33.
Baca juga: Tok! Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI Gantikan Juda Agung
Sementara itu, dana asing yang keluar dari Indonesia masih cukup deras, di mana hingga perdagangan Senin, 26 Januari 2026 net foreign sell tercatat senilai Rp1,00 triliun dan didominasi oleh saham-saham perbankan jumbo.
Adapun dari sisi nilai tukar rupiah masih dibuka melemah pada awal perdagangan Selasa di level Rp16.780 per dolar AS atau menguat tipis 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.820 per dolar AS. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More
Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More
Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More
Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More
Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More
Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More