Jakarta – Penggunaan thermal (temperature/thermometer) gun sedang ramai diperbincangkan setelah munculnya sebuah video yang mengatakan penggunaan laser berbahaya bagi otak, saat alat itu ‘ditembakkan’ berkali-kali ke arah dahi.
Faktanya, mengutip situs satgas penanganan covid-19, hal tersebut tidaklah benar.
Seperti diketahui, sejak pandemi covid-19 berlangsung, melakukan pengecekan suhu di ruang publik sebagai tindakan preventif bagian dari penanganan covid-19 sudah menjadi hal lumrah.
Untuk mengurangi kontak fisik, maka penggunaan thermal gun yang diarahkan ke dahi juga sudah menjadi hal yang biasa dilihat.
Hal ini aman dilakukan, karena thermal gun tidak menggunakan sinar laser ataupun sinar radio aktif (x-ray). Sehingga thermal gun yang diarahkan ke dahi tidak merusak otak.
Buat masyarakat yang ingin mencari tahu informasi tentang covid-19, masyakat bisa mengecek di website https://covid19.go.id/ atau media sosial @lawancovid19_id. (*)
Poin Penting LPS menyiapkan pembayaran klaim dan likuidasi setelah izin Perumda BPR Bank Cirebon dicabut… Read More
Poin Penting OJK masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP) sebagai dasar mekanisme pelaksanaan demutualisasi Bursa Efek… Read More
Poin Penting Kadin Indonesia mendorong integrasi Asia Pasifik melalui ABAC Meeting I 2026 untuk meningkatkan… Read More
Poin Penting Maybank AM meluncurkan tiga reksa dana baru—MYMONEY, MYGNETS, dan MYHIDIV—untuk memperluas pilihan investasi… Read More
Poin Penting BTN catat laba konsolidasian Rp3,5 triliun pada 2025, naik 16,4 persen yoy, didorong… Read More
Poin Penting BEI menaikkan porsi saham free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen, dengan… Read More