Market Update

The Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.767 per Dolar AS

Poin Penting

  • Rupiah dibuka melemah 0,27% ke Rp16.767 per dolar AS usai The Fed menahan suku bunga acuan.
  • The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5-3,75%, meski dua pejabat mendorong pemangkasan lanjutan.
  • Penguatan dolar AS menekan rupiah, dengan proyeksi pergerakan hari ini di kisaran Rp16.685-Rp16.750 per dolar AS.

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan Kamis (29/1/2026). Rupiah dibuka di level Rp16.767 per dolar Amerika Serikat (AS), turun 0,27 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.722 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro menyampaikan bahwa Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 3,5-3,75 persen dalam hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Januari 2026.

“Suku bunga ditahan ini sesuai dengan ekspektasi, setelah tiga kali pemotongan suku bunga berturut-turut tahun lalu yang mendorong biaya pinjaman ke level terendah sejak 2022,” kata Andry, Kamis, 29 Januari 2026.

Baca juga: Rupiah Dibuka Perkasa di Tengah Proyeksi The Fed Tahan Suku Bunga

Dalam konferensi pers, Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan ekonomi AS memasuki 2026 dengan fondasi yang kuat dan tingkat suku bunga saat ini dinilai tepat untuk mencapai dua mandat utama bank sentral.

Namun, dua gubernur The Fed, Stephen Miran dan Christopher Waller, menyatakan dissent dengan mendorong pemangkasan suku bunga lanjutan sebesar 25 basis poin.

“Para pembuat kebijakan mencatat bahwa aktivitas ekonomi telah berkembang dengan kecepatan yang solid, pertumbuhan lapangan kerja tetap rendah, dan tingkat pengangguran menunjukkan beberapa tanda stabilisasi, sementara inflasi tetap agak tinggi,” tambahnya.

Andry menambahkan, The Fed menegaskan akan terus mencermati data ekonomi terbaru, perkembangan prospek, serta keseimbangan risiko sebelum menentukan arah kebijakan suku bunga berikutnya.

Baca juga: BEI Kembali Aktifkan Trading Halt usai IHSG Turun 8 Persen ke Level 7.654

Sementara itu, dolar AS diperdagangkan menguat di level 96,6, mengakhiri tren penurunan selama empat sesi berturut-turut. Penguatan dolar dipicu oleh pernyataan Menteri Keuangan AS, Bessent, yang meredam spekulasi intervensi AS di pasar valuta asing.

Proyeksi Rupiah Hari Ini

Ke depan, Andry memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang terbatas sepanjang hari ini.

“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.685 dan Rp16.750 per dolar AS,” ujar Andry. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Rilis Fitur Basic Talent Search, Jobstreet Targetkan Ini di 2026

Poin Penting Jobstreet meluncurkan fitur Basic Talent Search yang memberi akses hingga 50 juta profil… Read More

7 hours ago

Ini Alasan Komisi XI DPR Pilih Friderica Widyasari Dewi jadi Ketua OJK

Poin Penting Komisi XI DPR menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK periode 2026–2031 setelah… Read More

8 hours ago

Profil 5 Pimpinan Baru OJK 2026-2031 Hasil Fit and Proper Test DPR

Poin Penting Komisi XI DPR RI menetapkan lima anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031 setelah… Read More

9 hours ago

Bank Aladin Syariah Perkuat Ekosistem dan Social Finance untuk Dorong Pertumbuhan 2026

Poin Penting Bank Aladin Syariah menargetkan pertumbuhan 9-11 persen pada 2026 dengan memperkuat layanan digital… Read More

9 hours ago

BNI Siapkan Layanan Terbatas saat Libur Lebaran, Puluhan Outlet Tetap Beroperasi

Poin Penting BNI membuka layanan terbatas di 23 outlet pada 20 Maret 2026 dan 32… Read More

10 hours ago

Perbarindo Adakan Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim

Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) menyelenggarakan acara buka bersama yang dihadiri oleh anggota sekaligus… Read More

10 hours ago