OJK Longgarkan Pembayaran Kredit Korban Bencana Palu
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga saat ini belum memiliki aturan khusus mengenai insurance technology (insurtech). Menanggapi pertanyaan soal payung hukum, Deputi Direktur Pengawasan Asuransi 2 Kristianto Andi Handoko memastikan, semua produk industri asuransi sudah dilindungi dan dalam pengawasan aturan OJK (POJK).
“POJK-POJK tersebut sebenarnya applicable untuk diterapkan ke bisnis Insurtech tadi. Insurtech ini bukan barang baru, namun dinamika yang mulai mendapat istilah, sama seperti zoom dan virtual meeting,” ujar Andi pada webinar yang digelar Infobank dengan tema “Prioritas Kesehatan Masyarakat di Masa Pandemi, Asuransi Gencarkan InsurTech”, Rabu, 15 September 2021.
Andi mengelaborasi lebih jauh dengan menjelaskan bahwa industri asuransi adalah salah satu industri yang mendapat pengawasan dan regulasi ketat dari pemerintah. Berbagai aturan, seperti kesehatan keuangan, tata kelola keuangan, inovasi produk, dan manajemen risiko sudah tersedia dalam POJK industri asuransi.
Lebih jauh, Andi mengungkapkan pihaknya beserta jajaran OJK lain sudah membentuk grup inovasi keuangan digital. Kelompok ini mengawasi dan melakukan pengawasan terhadap inovasi-inovasi baru di sektor asuransi yang muncul di pasaran. (*)
Editor: Rezkiana Np
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More
Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More
Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More
Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More