Perbankan

Terus Tumbuh Mengandalkan Kolaborasi dan Inovasi

Jakarta - Berbagai tantangan dihadapi oleh para pelaku usaha di bank perekonomian rakyat (BPR). Mulai dari persaingan yang makin ketat dengan bank umum dan financial technology (fintech), kualitas dan keterbatasan sumber manusia (SDM), hingga pengembangan teknologi dan digitalisasi.

Tantangan yang sama pun dihadapi oleh PT BPR Dana Pensiun Taspen (DP Taspen). Sebagai bank yang berdiri sejak 18 Januari 1990 dengan nama PT BPR Purnaloka Bhakti ini juga mengalami pasang surut industri BPR di Tanah Air.

Tak ingin tergerus, BPR DP Taspen terus berinovasi dan menjalankan strategi sesuai perubahan yang terjadi.

“Dengan strategi dan inovasi yang dilakukan, BPR DP Taspen menunjukkan perkembangan yang dinamis
dan tumbuh kuat sebagai bank mikro dengan fokus segmen pensiunan,” terang Iwan Soeroto,
Direktur Utama BPR DP Taspen.

Baca juga: Berani Berubah, Kunci Sukses BPR Triastra Sejahtera

Untuk melakukan pengembangan, BPR DP Taspen giat dalam ekspansi jaringan dan kemitraan dengan instansi pemerintah untuk program pembayaran pension. Pada Mei 2024, BPR ini telah menjalin kolaborasi strategis dengan PT TASPEN.

Melalui perjanjian kerja sama (PKS) ini, para peserta TASPEN bisa memilih BPR DP Taspen sebagai mitra bayar, dan mendukung edukasi layanan melalui 27 cabang TASPEN.

Sejalan dengan pengembangan kemitraan, BPR ini juga melakukan pengembangan dan diversifikasi produk. Di antaranya, pengembangan produk kredit untuk segmen non-pensiunan, seperti UMKM, ASN aktif, dan pensiun dini.

BPR DP Taspen juga menjaga eksistensinya melalui pengembangan teknologi dan digitalisasi. Langkah ini
dilakukan dengan mengembangkan layanan digital, seperti mobile banking, ATM, tarik dan setor melalui mesin “Star Branch System”, dan simulasi kredit secara online.

“Dengan pengembangan teknologi, maka operasional bank akan makin efektif dan efisien, serta meningkatkan pelayanan kepada para nasabah. Seiring dengan itu, kami juga terus melakukan penguatan SDM,” ungkap Iwan.

Melalui inovasi sekaligus penguatan manajemen risiko, BPR DP Taspen mampu tumbuh positif dalam tiga tahun terakhir. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) pada 2022 mencapai Rp382,46 miliar, meningkat 4,10 persen dibandingkan 2021.

Lalu, pada 2023 tumbuh sebesar 9,92 persen menjadi Rp420,42 miliar. Per Desember 2024 total
DPK telah mencapai Rp514,87 miliar, atau naik 22,47 persen secara tahunan.

Penyaluran kredit sepanjang 2022 mencapai Rp417,43 miliar, naik 17,45 persen dibandingkan 2021. Lalu, pada 2023 kredit berada di angka Rp498,95 miliar, meningkat 19,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Infobank Institute Bekerjasama Dengan BPR Insani Group Menggelar In-House Training

Per Desember 2024, penyaluran kredit mencapai Rp691,65 miliar, naik 38,62 persen secara tahunan. Sementara itu, total aset pada 2022 mencapai Rp493,94 miliar, naik 5,38 persen secara tahunan.

Kemudian, pada 2023 total aset bank naik 15,93 persen menjadi Rp572,63 miliar. Per Desember 2024, total aset yang dibukukan mencapai Rp784,98 miliar, meningkat 37,08 persen dibandingkan 2023.

Page: 1 2

Galih Pratama

Recent Posts

DBS Indonesia Tambah Pendanaan Rp3 Triliun ke Kredivo, Ini Peruntukannya

Poin Penting DBS Indonesia meningkatkan pendanaan channeling ke Kredivo menjadi Rp3 triliun, sejalan dengan pertumbuhan… Read More

10 hours ago

Strategi Adira Finance-Danamon Menuju IIMS 2026

Poin Penting Adira Finance dan Danamon memulai Road to IIMS Jakarta 2026 lewat aktivasi CFD… Read More

11 hours ago

Prabowo: Dunia Nyata Dikuasai Kekuatan, Indonesia Harus Siap dan Mandiri

Poin Penting Prabowo memperingatkan eskalasi konflik global, khususnya yang melibatkan senjata nuklir, berisiko memicu Perang… Read More

11 hours ago

Pasar Lakukan Detox, Waktunya Serok Saham Fundamental

Poin Penting Tekanan pasar terkonsentrasi pada saham terdampak kebijakan MSCI dan percepatan reformasi OJK, sementara… Read More

11 hours ago

Danantara Ikut Pantau Pertemuan BEI dengan MSCI

Poin Penting Danantara aktif sebagai investor pasar saham Indonesia dan menilai valuasi saham domestik masih… Read More

11 hours ago

Risiko Banjir Meningkat, Allianz Catat Klaim Asuransi Bali Rp22 Miliar di 2025

Poin Penting Allianz mencatat klaim asuransi di Bali mencapai Rp22 miliar sepanjang 2025, didominasi kerusakan… Read More

11 hours ago