Ilustrasi: Harga saham BREN terus menanjak hingga 704 persen/istimewa
Bali– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, nilai kapitalisasi pasar saham di Indonesia telah mencapai Rp7.173 triliun pada 8 April 2021. Adapun realisasi ini masih naik 2,93% bila dibandingkan data 30 Desember 2020 sebesar Rp 6.968 triliun.
Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Yunita Linda Sari mengatakan pandemi Covid-19 yang terjadi secara global dinilai memukul kinerja pasar modal nasional.
”Jika dilihat year to date nya naiknya sudah 2,93%. Alhamdulillah naik karena perasaan itu ikutan jatuh sama jatuhnya indeks pada (awal pandemi) Maret 2020, pertama kali dalam sejarah pasar modal Indonesia sempet shock,” kata Yunita pada diskusi Media Gathering Media di Nusa Dua Bali, Jumat 9 April 2021.
Dia menjelaskan, saat ini jumlah emiten di Indonesia sebanyak 803, sementara untuk emiten saham berjumlah 671, dimana obligasi dan sukuk berjumlah 52, emiten saham dan obligasi/sukuk berjumlah 80.
“Dari 803 emiten, 724 diantaranya listing di Bursa dan sisanya tidak dan 9 perusahaan publik,” kata Yunita.
Sementara itu untuk kapitalisasi pasar modal terhadap produk domestik bruto (PDB) RI sebesar 46,48% atau masih naik bila dibandingkan dengan data pada 30 Desember 2020 sebesar 45,15%. Menurutnya, hal ini mendorong perkembangan kapitalisasi pasar saham yang didukung jumlah emiten dan perusahaan publik di Indonesia yang mengalami kenaikan.
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More