Ekonomi dan Bisnis

Terus Tingkatkan Devisa Negara, Begini Strategi SCNP

Jakarta – PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) tetap produktif dalam kegiatan manufaktur dan bisnis di masa pandemi dan resesi. Sejak membentuk perusahaan joint venture (JV) berskema penanaman modal asing (PMA) dengan nama PT Selaras Donlim Indonesia (SDI), SCNP semakin fokus meningkatkan ekspor untuk produk andalannya yakni vacuum cleaner yang signifikan di pasar Amerika Serikat (AS).

AS merupakan negara tujuan ekspor utama Indonesia. Perkembangan Ekonomi AS sangat menentukan nilai ekspor Indonesia ke AS. Secara umum, setiap 1% peningkatan total ekspor AS, terjadi peningkatan 0,7% total ekspor Indonesia ke negara tujuan AS. Artinya jika pasar AS berkembang, maka figur ekspor Indonesia juga akan meningkat. Untuk itu, SCNP mengaku akan terus meningkatkan kontribusi devisa bagi negara.

Potensi devisa yang besar tersebut sejalan dengan market size vacuum cleaner pada tahun 2021 yang mencapai Rp161 triliun secara global. Dari nilai tersebut, pasar AS untuk vacuum cleaner sendiri adalah sebesar Rp70 triliun atau 43,5% pangsa pasar. Menurut Public Relation Corporate SCNP, Ayu Aprilia, sepanjang 2020 hingga awal kuartal 2021, perseroan melakukan pengembangan infrastruktur dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi perseroan dan subsidiari.

“Termasuk ekspor untuk memenuhi tuntutan permintaan pasar perangkat home appliances tersebut ke AS,” ujarnya seperti dikutip Senin, 21 Juni 2021.

Sejauh ini, kata dia, perseroan gencar melakukan terobosan baik dari sisi market supply maupun dari sisi demand. Ekspor ke AS merupakan kontribusi nyata bagi perekonomian Indonesia dengan menambah devisa bagi negara. Pengembangan infrastruktur dan peningkatan volume ekspor vacuum cleaner semasa Pandemi COVID-19 telah menarik perhatian Pemerintah terhadap SCNP. 

Dalam beberapa sesi pertemuan formal dengan Pemerintah, SCNP telah memperoleh apresiasi, karena tetap produktif dan kontributif walau perekonomian sedang resesi. Kegiatan produksi bulan Februari 2021 menghasilkan vacuum cleaner sebanyak 25,896 unit dan telah diekspor ke negara tujuan ekspor AS. Figur tersebut kembali meningkat signifikan di bulan Maret 2021 menjadi 40 ribu unit.

Hingga akhir tahun 2021, perseroan telah mempersiapkan infrastruktur manufaktur dengan membangun sejumlah assembly line production yang akan dioptimalkan penggunaannya dalam rangka mass production vacuum cleaner sebanyak 2,2 juta unit (setara dengan Rp800 miliar). Nilai ekspor sebesar ini tentunya akan berdampak positif bagi devisa negara. Sementara untuk jangka menengah, target volume produksi dan ekspor perseroan adalah sebesar 2-3 juta unit per tahun.

“Dalam perencanaan bisnis hingga 2025, SCNP menetapkan target nilai omzet perseroan secara progresif. Selain kontribusi devisa, perseroan juga akan berkontribusi bagi pasar tenaga kerja domestik dengan membuka lapangan pekerjaan bagi sejumlah 600 orang tenaga kerja lokal,” ucapnya.

Bissel adalah penyedot debu dan peralatan perawatan lantai asal AS yang salah satu vacuum cleanernya di produksi di Indonesia. Mereka menawarkan beragam pilihan penyedot debu, mulai dari vakum tanpa kabel genggam yang dinamis, tegak, kabel besar dan lain sebagainya .Sebagian besar penawaran mereka agak ramah dan menggunakan desain tanpa kantong, yang berarti bahwa biaya cenderung cukup rendah. Bissel sendiri menempati posisi ketiga dipasar Amerika. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Dirut BTN Nixon LP Napitupulu Dinobatkan sebagai Bankers of The Year 2025

Poin Penting Dirut BTN Nixon LP Napitupulu dinobatkan sebagai Bankers of The Year 2025 oleh… Read More

1 hour ago

Ramai Spin Off, Ini Kinerja Bank Umum Syariah Sepanjang 2025

Poin Penting Spin off UUS menjadi BUS merupakan kewajiban sesuai POJK No. 12/2023 bagi UUS… Read More

1 hour ago

IHSG Diproyeksi Tembus 9.800 pada 2026, DBS Beberkan Pendorongnya

Poin Penting Peningkatan belanja pemerintah, khususnya untuk program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), dinilai… Read More

2 hours ago

Harga Bitcoin Stagnan di Level USD90.000, Pasar Tunggu Rilis Data Inflasi AS

Poin Penting Dalam 24 jam terakhir, BTC naik 0,70 persen ke level USD91.280 dengan dominasi… Read More

2 hours ago

Pemerintah Tarik Utang Rp736,3 Triliun hingga Desember 2025

Poin Penting Pemerintah menarik utang Rp736,3 triliun hingga Desember 2025, setara 94,9 persen dari target… Read More

2 hours ago

IHSG Ditutup Berbalik Melemah ke Posisi 8.884, Ini Pemicunya

Poin Penting IHSG ditutup melemah 0,58% ke level 8.884, dipicu aksi ambil untung setelah menyentuh… Read More

3 hours ago