Market Update

Terus Menguat, IHSG Kembali Ditutup Menghijau 0,22%

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini berakhir ditutup ke zona hijau pada level 6731,03 atau menguat 0,22% dari dibuka pada level 6716,45 pada pembukaan perdagangan hari ini (10/7).

Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 221 saham terkoreksi, 290 saham menguat, dan 223 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 23,81 miliar saham diperdagangkan dengan 1,30 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp7,49 triliun.

Kemudian, seluruh indeks juga mengalami penguatan, seperti IDX30 menguat 0,18% menjadi 492,73, LQ45 menguat 0,15% menjadi 949,16, SRI-KEHATI menguat 0,08% menjadi 437,09, dan JII menguat 0,08% menjadi 551,77.

Baca juga: Ada 43 Emiten Baru, Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp154,13 T

Meski begitu, sebagian besar sektor mengalami penguatan, yaitu sektor properti menguat 1,92%, sektor energi menguat 1,10%, sektor industrial menguat 0,47%, sektor non-siklikal menguat 0,40%, sektor kesehatan menguat 0,14%, dan sektor keuangan menguat 0,09%.

Namun, sektor lainnya mengalami pelemahan, diantaranya, sektor teknologi melemah 0,76%, sektor siklikal dan sektor infrastruktur melemah 0,52%, sektor transportasi melemah 0,12%, dan sektor bahan baku melemah 0,11%.

Sederet saham top gainers diantaranya adalah PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), PT Asiaplast Industries Tbk (APLI), dan PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII). Sedangkan saham top losers adalah PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI), PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN), dan PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Carsurin Tbk (CRSN), PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV), dan PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Prabowo Genjot Bedah Rumah 400 Ribu Unit, Sasar Seluruh Daerah

Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More

6 hours ago

Negara Rugi Rp25 Triliun dari Rokok Ilegal, Program Prioritas Terancam

Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More

6 hours ago

CIMB Niaga Luncurkan OCTOBIZ untuk Permudah Pengelolaan Transaksi Bisnis

OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More

6 hours ago

DPR Soroti Harga BBM, Pemerintah Klaim Siap Hadapi Lonjakan Minyak Dunia

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More

7 hours ago

Wamen Bima Arya Tegaskan Aturan Main WFH ASN, Pelayanan Publik Tak Boleh Kendur

Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More

7 hours ago

OJK dan BEI Terapkan Kebijakan HSC, Berikut Penjelasannya

Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More

10 hours ago