Chief Financial Officer (CFO) XL Axiata, Feiruz Ikhwan saat public expose XL Axiata di Jakarta, Selasa, 25 Maret 2025.. (Foto: Steven Widjaja)
Jakarta – Salah satu emiten telekomunikasi ternama Indonesia, PT XL Axiata Tbk (EXCL) sukses membukukan kinerja apik selama 2024. Laba XL Axiata melonjak hingga 45 persen secara tahunan menjadi Rp1,84 triliun di 2024, dari sebelumnya Rp1,27 triliun pada 2023.
Sementara pendapatan kotor atau EBITDA XL Axiata tercatat tumbuh 13 persen secara tahunan ke Rp17,88 triliun di 2024, dari Rp15,85 triliun di tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba dan EBITDA XL Axiata tak bisa dilepaskan dari pengaruh kinerja pendapatan yang juga tumbuh solid. Pendapatannya dibukukan tumbuh 6 persen secara tahunan dari Rp32,34 triliun pada 2023 menjadi Rp34,40 triliun pada 2024.
“Pencapaian ini didukung oleh aktivitas konsumen di wilayah yang dijaga secara disiplin oleh setiap wilayah,” ujar Chief Financial Officer (CFO) XL Axiata, Feiruz Ikhwan saat Public Expose XL Axiata di Jakarta, Selasa, 25 Maret 2025.
Baca juga: Ada Retno Marsudi hingga Arsjad Rasjid, XL Smart Sahkan Dewan Direksi dan Komisaris
Selain itu, XL Axiata juga mencatatkan pertumbuhan arus kas bebas yang signifikan, mencapai 20 persen secara tahunan menjadi Rp10,49 triliun, serta rasio gearing yang membaik 0,33 poin, dari rasio 2,83 kali menjadi 2,50 kali pada 2024.
“Dan ini mencerminkan kinerja keuangan yang prudensial serta berkelanjutan, karena didukung pertumbuhan jangka panjang,” jelas Feiruz.
Lebih jauh, Feiruz membeberkan bahwa salah satu faktor kunci keberhasilan XL Axiata dalam menjaga kinerja keuangan dan bisnisnya ialah memprioritaskan pengalaman konsumen melalui personalisasi berbasis artificial intelligence (AI).
Baca juga: Simak! Ini Hasil Nyata Penerapan AI di Bisnis Halodoc
Penerapan AI untuk personalisasi pengalaman konsumen, bukan hanya sukses meningkatkan jumlah konsumen, tapi juga mendorong pertumbuhan engagement konsumen terhadap produk XL Axiata. Selain, turut mendorong peningkatan efisiensi operasional, khususnya dalam pengeluaran biaya penjualan.
“Saat ini pengguna aktif di aplikasi sudah melampaui 33 juta, dengan penetrasi aplikasi telah mencapai 56 persen. Kontribusi pendapatan dari kanal digital ini juga terus meningkat, mencapai 35 persen dari total pendapatan perseroan,” cetusnya.
XL Axiata turut terus meningkatkan investasi demi kualitas dan jangkauan jaringannya. Pada 2024, XL Axiata telah memiliki total menara base transceiver station (BTS) hampir 165.900 unit, meningkat 4 persen dari 160.000 unit pada tahun sebelumnya.
Di samping itu, XL Axiata juga terus melakukan fiberisasi pada jaringan, yang sudah mencapai 63 persen di 2024, naik 2 persen dari tahun sebelumnya
Axiata Group Berhad (Axiata) dan Sinar Mas (Sinar Mas) mengumumkan bahwa pemegang saham PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren), dan PT Smart Telecom (SmartTel) telah menyetujui merger ketiga perusahaan yang akan menjadi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART).
Pengumuman ini disampaikan pasca Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan masing-masing entitas secara terpisah, hari ini, Selasa, 25 Maret 2025. Tanggal efektif penggabungan atau legal day one akan terjadi pada 16 April 2025 mendatang.
Merger tersebut juga telah mendapatkan persetujuan dari regulator yakni dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta persetujuan secara prinsip dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kemkomdigi).
Baca juga: Menkomdigi Minta Polisi Usut Tuntas Teror Paket Kepala Babi
Merger ini bakal mengumpulkan total nilai gabungan pra-sinergi sebesar Rp104 triliun (USD6,5 miliar), nilai sinergi pra pajak sebesar USD300 sampai 400 juta per tahun, EBITDA sebesar Rp22,5 triliun, pelanggan gabungan sebesar 94,5 juta, dan pangsa pasar gabungan sebanyak 25 persen.
Di sisi lain, merger antara ketiga entitas itu diproyeksi akan mengumpulkan pendapatan proforma hingga Rp45,8 triliun atau USD2,9 miliar.
“Menandai momen penting dalam industri telekomunikasi nasional dengan resmi mengumumkan bersatunya XL Axiata dan Smartfren menjadi XL Smart. Sinergi ini diperkirakan mencapai efisiensi hingga USD1,5 miliar dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Presiden Komisaris XL Smart, Arsjad Rasjid saat konferensi pers Perkembangan Merger XL Axiata dan Smartfren di Jakarta, Selasa, 25 Maret 2025.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) XL Smart, Rajeev Sethi menjelaskan bahwa langkah ini akan menciptakan perusahaan telekomunikasi yang lebih kompetitif dan inovatif di pasar. Dengan menggabungkan keunggulan XL Axiata dan Smartfren, pihaknya berkomitmen meningkatkan pengalaman konsumen melalui perluasan jaringan dan layanan digital yang lebih berkualitas.
“Pengalaman saya mentransformasi perusahaan di berbagai pasar mengajarkan bahwa keberhasilan perusahaan sangat bergantung pada bagaimana kita mengintegrasikan budaya, talenta, dan strategi operasional,” sebut Rajeev.
Rajeev lebih jauh menyatakan bahwa konsumen dapat tetap menantikan kualitas layanan yang lebih baik dari XL, Smartfren, dan Axis. Yang mana, ketiga brand tersebut akan tetap beroperasi melayani masyarakat setelah terbentuknya XL Smart. (*) Steven Widjaja
Jakarta – Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur pada Kamis (27/3/2025) meyetujui untuk memberhentikan dengan hormat… Read More
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai target aset perbankan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)… Read More
Jakarta - PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) mencatat peningkatan kinerja operasional dan bisnis sepanjang… Read More
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti potensi risiko kredit dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Non… Read More
Plt. Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta menyapa peserta mudik bersama BSI di sela pemberangkatan… Read More
Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menghapus sanksi keterlambatan pelaporan SPT Tahunan 2024 bagi… Read More