Pekerja melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Sejak awal tahun investor asing telah mencatatkan capital outflow senilai Rp60,2 triliun di pasar saham. Tidak hanya itu, pada pasar obligasi juga tercatat outflow sebanyak Rp41,46 triliun per 18 September 2025.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas membeberkan penyebab derasnya outflow investor asing di pasar saham dan obligasi. Salah satu pemicunya adalah imbal hasil obligasi Surat Utang Negara (SUN) sudah berada dalam posisi yang sangat rendah, dengan imbal hasil SUN 10 tahun sudah berada di level 6,2-6,3 persen, sehingga aksi ambil untung atau profit taking terjadi saat ini.
“Kedua, ruang penguatan pasar obligasi yang mulai terbatas, karena tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI) pun tampaknya menanti penurunan tingkat suku bunga The Fed sebelum melakukan penurunan kembali,” tulis manajemen dalam risetnya di Jakarta, 26 September 2025.
Baca juga: Dana Asing Kabur Rp879,13 Miliar, Saham ANTM, BBRI hingga BBCA Paling Banyak Dilego
Lalu, penyebab yang ketiga, menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, adanya jarak antara bank sentral The Fed dan BI yang terlalu dekat, sehingga mengurangi daya tarik.
“Namun kami menyakini bahwa BI tahu betul, harga yang harus dibayar ketika menurunkan tingkat suku bunga sebanyak 125bps di tahun ini untuk mengejar mode pro pertumbuhan,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Pilarmas melihat pelemahan di pasar obligasi masih akan terus berlanjut namun dampak terhadap perekonomian diharapkan dapat memberikan hasil yang jauh lebih positif.
Baca juga: Simak! BNI Sekuritas Beberkan Strategi Investasi Saat Pasar Saham Tertekan
Derasnya outflow investor asing tersebut juga berdampak pada nilai tukar rupiah yang terus mengalami pelemahan.
Hal itu tercermin pada nilai tukar rupiah yang tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga tembus Rp16.770 pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (26/9). (*)
Editor: Galih Pratama
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More