News Update

Terungkap! Dalang di Balik Kematian Kepala Cabang BRI Bukan Sosok Sembarangan

Jakarta – Aktor intelektual di balik penculikan dan pembunuhan Kepala Kantor Cabang (Kacab) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Muhammad Ilham Pradipta, mulai terungkap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, pihaknya telah menangkap Dwi Hartono (DH), salah satu aktor intelektual dalam kasus yang menggemparkan tersebut.

DH sendiri ditangkap di Solo, Jawa Tengah, Sabtu, 23 Agustus 2025, sekitar pukul 20.15 WIB. Penangkapan dilakukan bersamaan dengan dua tersangka lainnya, yakni YJ dan AA.

“DH merupakan salah satu dari aktor intelektual penculikan,” ujar Ade, dikutip ANTARA, Rabu, 27 Agustus 2025.

Ia juga menjelaskan tentang profesi yang dijalankan oleh Dwi Hartono saat ini, yakni seorang pengusaha bimbingan belajar (bimbel) dalam jaringan (online).

Baca juga: Menguak Tugas Berat Kacab Bank di Balik Kasus yang Menimpa Ilham Pradipta

“Saudara DH adalah seorang pengusaha atau salah satu bidang usahanya adalah bimbel online,” tambahnya.

Profil Dwi Hartono

Dwi Hartono lahir di Lahat, Sumatera Selatan, 6 Oktober 1985. Namun, dirinya tumbuh besar di Desa Tirta Kencana Unit 6, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Berdasarkan penelurusan Infobanknews, ia menempuh pendidikan dari SD hingga SMA di daerah asalnya sebelum akhirnya merantau ke Jawa untuk mengembangkan karier bisnisnya.

Terkait jejak bisnis, saat ini dirinya memiliki dua perusahaan utama. Yakni, PT Hartono Mandiri Makmur, perusahan marketplace yang berkantor di Perumahan Kota Wisata Cibubur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor. 

Dan, platform belajar online bernama Guruku, yang dijalankan oleh PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (DAI). Dia juga merupakan founder dan owner dari situs pembelajaran online.

Baca juga : Dedikasi Terakhir Muhammad Ilham Pradipta, Kacab BRI yang Perginya Tinggalkan Duka

Aktivis Sosial

Sebelum diduga terlibat kasus pembunuhan, Dwi Hartono dikenal sebagai sosok peduli terhadap isu-isu sosial. Salah satu aksi sosialnya, pemberian beasiswa kepada siswi SMP korban pemerkosaan di Lampung Utara pada Maret 2024.

Acara pemberian beasiswa tersebut bahkan dihadiri pengacara Hotman Paris Hutapea dan ditayangkan di YouTube Klan Hartono pada 30 Maret 2024.

Selain itu, dirinya memiliki sebuah yayasan amal yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, dan UMKM.

Dalam bio akun Instagram miliknya @klanhartono, ia menyematkan nama yayasan @hartono_foundation. Melalui yayasan ini pula, ia menyalurkan bantuan berupa beasiswa pendidikan, bantuan kesehatan, hingga bantuan usaha UMKM. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

4 hours ago

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

4 hours ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

5 hours ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

15 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

16 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

16 hours ago