IHSG; Kembali tertekan. (Foto: Erman)
Seluruh sektoral saham di lantai bursa kompak anjlok, dengan penurunan paling dalam diderita sektor aneka industri 3,3%. Dwitya Putra
Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 97,148 poin atau 2,15% ke level 4.412,459 pada perdagangan Selasa, 1 September 2015. Sementara Indeks LQ45 anjlok 21,845 poin atau 2,83% ke level 748,977.
Aksi jual saham di berbagai sektor saham jadi pemicu IHSG hari ini tertekan sepanjang perdagangan. Sementara sebagian investor masih wait and see menyusul belum adanya sentimen positif yang muncul di pasar.
Kondisi tersebut mendorong seluruh sektoral saham di lantai bursa kompak anjlok, dengan penurunan paling dalam diderita sektor aneka industri 3,3%.
Perdagangan hari ini sendiri berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 195.497 kali dengan volume 4,643 miliar lembar saham senilai Rp3,82 triliun. Sebanyak 81 saham naik, 205 turun, dan sisanya 66 saham stagnan.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp1.500 ke Rp43.000, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp1.000 ke Rp75.000, Matahari (LLPF) turun Rp875 ke Rp16.650, dan Indocement (INTP) turun Rp850 ke Rp18.775. (*)
Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More
Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More
Poin Penting Prabowo dinilai realistis menyikapi keikutsertaan Indonesia di Board of Peace, yang saat ini… Read More
Poin Penting Debt collector berperan vital menjaga stabilitas pembiayaan dengan mencegah kredit macet, menjaga nilai… Read More
Poin Penting IHSG sesi I melemah tipis 0,06% dan ditutup di level 8.141,84 setelah sempat… Read More
Poin Penting Bank KBMI 3 berada di tengah tekanan bank raksasa KBMI 4 dan bank… Read More