Netizen 62

Teror Penawaran Produk Home Credit yang Meresahkan

Jakarta – Nasabah sebuah perusahaan pembiayaan berbasis teknologi atas nama Rozi Ardian Kusuma, berdomisili di Timika, Papua mengeluhkan penawaran produk perusahaan melalui telepon yang sangat meresahkan.

Padahal dirinya berulang kali sudah memberikan jawaban penolakan produk yang ditawarkan dan mengajukan penghapusan data pribadi ke pihak customer service perusahaan tersebut.

Namun, pengajuan tersebut rupanya tidak diindahkan dan semakin sering menghubungi dirinya untuk menawarkan produk. 

Berikut kronologis kejadian yang dialami dirinya yang diposting di laman mediakonsumen, Jumat (9/6/2023).

Saya adalah nasabah Home Credit. Saya sudah 2 kali meminjam di Home Credit. Semua pinjaman saya lunasi sebelum jatuh tempo, lebih tepatnya 2 bulan sebelum jatuh tempo. 

Setelah itu saya mengajukan penghapusan data kepada pihak Home Credit lewat email. Namun jawaban mereka adalah, berdasarkan aturan perusahaan data diri saya tidak dapat dihapus dan data diri saya akan disimpan dengan aman.

Setelah itu saya percaya saja dengan pihak Home Credit. Namun permasalahannya mulai muncul, setiap hari saya ditelepon oleh pihak Home Credit yang menawarkan produk mereka. Sekali dua kali, saya masih anggap biasa saja. 

Namun masalahnya mereka menelepon saya setiap hari dan dalam sehari mereka menelepon bisa sampai 5 kali!

Awalnya saya tidak ambil pusing, saya tinggal blok saja nomor-nomor tersebut dan berharap tidak ada lagi panggilan telepon dari pihak Home Credit. Namun saya salah. Sudah lebih setahun ini pihak Home Credit setiap hari dan bisa sampai 5 kali menelepon saya untuk menawarkan produk mereka.

Lama kelamaan menjadi risih dengan perlakuan mereka. Lalu saya mengajukan permintaan penghapusan data diri sekali lagi, tetapi tetap tidak di kabulkan oleh pihak Home Credit. 

Dalam email, saya memberi tahu ke pihak Home Credit bahwa saya memiliki hak untuk meminta pemusnahan data diri pribadi milik saya yang diatur dalam pasal 26 PM 20/2016. Namun pihak Home Credit tidak juga mau menghapus data diri milik saya.

Rozi Ardian Kusuma
Timika, Papua

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

3 hours ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

4 hours ago

BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya

Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More

4 hours ago

BI Guyur Insentif KLM Rp427,1 Triliun di Awal Maret, Ini Porsi Himbara-Bank Asing

Poin Penting Bank Indonesia menyalurkan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Rp427,1 triliun ke perbankan hingga minggu… Read More

5 hours ago

BNI Berangkatkan 7.000 Pemudik dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026

Poin Penting Bank Negara Indonesia (BNI) memberangkatkan lebih dari 7.000 pemudik dalam Program Mudik Gratis… Read More

5 hours ago

Sambut Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri, Bank Raya Imbau Masyarakat Cermat Bertransaksi

Poin Penting Bank Raya memastikan layanan digital tetap optimal selama libur Hari Raya Nyepi 2026… Read More

5 hours ago